Remah Harian

INGIN MENJADI BESAR?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 25 Juli 2024, Pesta St. Yakobus Rasul
Bacaan: 2Kor. 4:7-15Mzm. 126:1-2ab,2c-3,4-5,6Mat. 20:20-28.

Hari ini kita rayakan Pesta St, Yakobus Rasul, salah seorang dari 12 Rasul Yesus. Ia adalah anak Zebedeus, nelayan dari Galilea, dan Salome, seorang wanita yang saleh. Adik Yakobus adalah Yohanes Penginjil.

Yakobus saudara Yohanes ini juga disebut “Yakobus Agung” untuk membedakannya dengan Yakobus yang lain yang lebih belakangan mengikuti Yesus (yang dirayakan pestanya pada tanggal 3 Mei). St. Yakobus Besar juga menjadi yang pertama dari antara keduabelas Rasul yang wafat sebagai martir.

Ia sedang menjala ikan bersama dengan Yohanes saudaranya dan Zebedeus ayahnya ketika Yesus memanggil mereka untuk mengikuti-Nya (Mat 4: 19). Seketika mereka meninggalkan ayahnya, perahu serta jalanya dan mengikuti Yesus.

Anak-anak Zebedeus ini juga disebut sebagai Boanerges (anak guruh) oleh Yesus karena reaksi impulsif mereka. Ketika orang-orang Samaria tidak menerima Yesus, Yakobus dan Yohanes meminta supaya Ia menurunkan api dari langit untuk memusnahkan mereka. Tetapi Yesus menegur sikap mereka.

Yakobus dipilih untuk menjadi salah satu dari 12 rasul dan diutus untuk mewartakan Kabar Baik Tuhan serta diberi kuasa untuk menyembuhkan dan mengusir roh-roh jahat. Ia juga menjadi salah satu dari lingkaran inti yang selalu menemani Yesus, bersama Petrus dan Yohanes.

Yakobus diyakini sebagai rasul pertama yang menjadi martir. Ada sebuah tradisi dari awal abad pertengahan yang menunjukkan bahwa ia menyebarkan Injil di Spanyol dan dihormati sebagai santo pelindung Spanyol. Dia dieksekusi dengan cara dipenggal di tangan Herodes Agripa, cucu Raja Herodes, pada tahun 44. Pada abad ke-9, jasadnya dimakamkan di Compostela, yang sekarang menjadi salah satu tempat ziarah paling terkenal di dunia.

Dalam Bacaan Injil hari ini Matius memperingatkan bahwa komunitas murid-murid Yesus berada dalam bahaya ababila mereka termotivasi oleh keinginan untuk menjadi yang pertama, mencari kekaguman dan rasa hormat dari orang lain. Sungguh, ajaran Yesus bertentangan dengan nilai-nilai dunia. Alih-alih berusaha mendominasi orang lain, Yesus menekankan pentingnya melayani satu sama lain.

Anak-anak Zebedeus, Yakobus dan Yohanes, datang kepada Yesus bersama ibu mereka dengan sebuah permintaan. Yesus mengambil kesempatan ini untuk memberikan pengajaran yang kuat tentang kerendahan hati. “Kamu ingin menjadi besar?” kata Yesus, “hendaklah kamu menjadi pelayan bagi yang lain.” “Kamu ingin menjadi yang terkemuka? Hendaklah kamu menjadi hamba bagi yang lain.”

Di masa sekarang, hal itu tetap relevan. Jika ingin menjadi besar, berubahlah:

  • Hentikanlah sikap membandingkan diri dengan orang lain dan merasa diri lebih hebat.
  • Jangan mengukur prestasi akademis dan kecerdasan Anda dengan orang lain.
  • Berhentilah berpikir untuk mengendalikan dan memanipulasi hasil.
  • Hindari mempertimbangkan status atau kemampuan Anda untuk memengaruhi orang lain. 

Tidak penting entah sudah berapa lama saya telah menjadi anggota Gereja/komunitas, atau seberapa jauh saya dapat menjadi pemimpin, atau posisi atau “jabatan” apa yang saya pegang, hati yang melayani dan mengasihilah satu-satunya hal yang penting. “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah KASIH,” [1 Kor 13: 13].

Tuhan, berilah kami hati yang melayani dan mengasihi. Amin.

Author

Write A Comment