Remah Harian

IKUTLAH AKU!

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 18 Mei 2024, Sabtu Pekan Paskah VII
Bacaan: Kis. 28:16-20,30-31Mzm. 11:4,5,7Yoh. 21:20-25.

YOH 21: 21B – 22

Perikop Injil hari ini adalah bagian penutup Injil Yohanes, dan di sana Petrus diundang sekali lagi oleh Yesus untuk “Ikutlah Aku!” Pada awal mengikuti Yesus, Petrus terdengar sangat berani, bahkan heroik. “Aku akan menyerahkan nyawaku untukmu” (Yoh. 13:37). Ketika sengsara Yesus terjadi, ia gagal memenuhi ucapannya yang berani, dan lebih memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Itu adalah sebuah pelajaran yang mendalam tentang kerendahan hati, dan pengalaman itu serta perubahan-perubahan dramatis dalam kehidupan Komunitas murid-murid Yesus telah membuat Petrus menjadi seorang yang telah diubahkan. Petrus sekarang berada dalam posisi yang lebih baik untuk memahami apa arti mengikut Yesus. Tuntutan Yesus tidak lain adalah “mengasihi Yesus – mengasihi Allah” dan mengasihi Yesus berarti memperhatikan saudara-saudari seiman. Dan Petrus baru saja menyatakan cintanya kepada Yesus sebanyak tiga kali (bacaan Injil kemarin).

Kata-kata terakhir Yesus yang dicatat dalam Injil adalah undangan-Nya kepada Petrus: Ikutlah Aku. Jika Petrus bertanya, “Ke mana, Tuhan?”, jawaban Yesus mungkin adalah: Datang dan lihatlah. Injil diakhiri dengan cara yang sama seperti ketika ia dimulai – “Yesus berkata kepada mereka: Marilah dan kamu akan melihat” [1:39]. Dari sudut pandang penginjil, kehidupan Kristen selalu merupakan respons murid-murid terhadap undangan Yesus: Datang dan lihatlah!

Undangan yang disampaikan Yesus kepada setiap murid menuntut respons sukarela dan penuh tekad. Tugas seorang murid tetap setia pada panggilan pribadi Yesus. Fokus. Injil menunjukkan kepada kita bahwa hal yang paling penting adalah mengikut Yesus. Tuhan memiliki peran yang berbeda untuk kita masing-masing, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain. Daripada terlalu “kepo” dan bertanya-tanya, seperti Petrus, apa yang Tuhan inginkan dari orang lain, lebih baik kita memahami tugas apa yang diberikan kepada kita, secara pribadi. Membandingkan diri kita dengan orang lain hanya akan mengganggu fokus kita; kita hanya bisa menjadi diri kita sendiri.

Tuhan memiliki peran yang unik bagi kita masing-masing. Tujuan keberadaan kita adalah untuk mengikuti kehendak Tuhan dan untuk kemuliaan nama-Nya. Tidak ada yang lebih penting. Segala sesuatu yang lain akan menemukan jalannya jika kita berfokus pada-Nya. Dia adalah jalan, kebenaran dan hidup. Siapa pun yang percaya kepada-Nya tidak akan mati tetapi akan memiliki hidup yang kekal.

Besok kita akan merayakan hari raya Pentakosta. Marilah kita memperbaharui jawaban “ya” kita kepada Tuhan untuk mengikuti-Nya. Dalam doa bersama Maria, Bunda kita, kita memohon agar Roh Kudus memenuhi hidup kita. Ada sebuah doa yang dirangkai oleh mendiang Uskup Pedro Casaldaliga, seorang misionaris dari Spanyol, yang dikenal sebagai uskup bagi orang miskin dan terlupakan di Brasil. dan meninggal dunia pada tanggal 8 Agustus 2020, pada usia 92 tahun:

Datanglah Roh Kudus Pencipta Saat ini….
Tinggallah bersama kami hari ini, berikanlah kami kecerdasan-Mu
dan penuhi hati kami dengan kebaikan.
Nama-Mu adalah: penghiburan, inspirasi, kehidupan, rahmat.
Engkau adalah kebaruan: kekuatan kreatif.
Datanglah Roh Kudus, agar Terang-Mu
menerangi jalan kami
dan menguatkan keputusan kami.
Engkaulah yang telah melakukan semua hal yang baik,
– engkau memimpin budi kami
dan menunjukkan jalan bagi pilihan-pilihan kami –
Nama-Mu adalah kesatuan, pengharapan dan kasih.
Jauhkanlah kami dari kejahatan, dari cinta diri, dari ketidakadilan,
dari intoleransi dan perpecahan.
Berikanlah kami damai sejahtera-Mu, berkat-Mu, penghiburan-Mu,
ketenangan dan kebijaksanaan-Mu;
sehingga kami mampu mengubah kehidupan kami saat ini
seturut kehendak Bapa yang di surga.

Author

Write A Comment