Remah Harian

IKUTLAH AKU!

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu 8 Maret 2025, Sabtu Sesudah Rabu Abu
Bacaan: Yes. 58:9b-14Mzm. 86:1-2,3-4,5-6Luk. 5:27-32.

Hari ini, Yesus menyampaikan sebuah undangan pribadi: “Ikutlah Aku.” Dua kata ini mengubah hidup Matius, seorang pemungut cukai, dan kata-kata yang sama terus disampaikan kepada kita masing-masing sampai saat ini. Namun, apakah arti “mengikut Kristus” yang sesungguhnya?

Pertama, kita harus keluar. Terlalu sering, kita merasa nyaman di dalam lingkaran kita sendiri, hanya berinteraksi dengan mereka yang sudah percaya. Tetapi Yesus memanggil kita untuk keluar dari zona nyaman kita dan mencari mereka yang tersesat, terluka, atau jauh dari iman. Ada banyak orang yang merindukan kasih Tuhan tetapi merasa tidak layak atau tidak diterima. Pada masa Prapaskah ini, marilah kita menjadi murid-murid yang misioner, membawa Kristus kepada orang lain dan bukannya menunggu mereka datang kepada kita.

Kedua, kita harus melihat. Yesus mengajarkan kita untuk tidak hanya melihat orang lain, tetapi benar-benar melihat mereka dengan cinta dan belas kasih. Yang miskin, yang hancur, yang ditolak – mereka adalah saudara dan saudari kita. Terlalu sering, kita mengabaikan mereka atau menghakimi mereka. Tetapi Kristus mengajak kita untuk mengingat bahwa kita semua adalah orang-orang berdosa yang telah diampuni, yang dipilih oleh Allah karena kasih-Nya. Ketika kita menyadari hal ini, kita menjadi lebih berbelas kasih kepada orang lain.

Akhirnya, kita harus mengikuti. Yesus tidak memilih Matius karena kesempurnaannya, tetapi karena kesediaannya untuk merespons. Seperti Matius, kita semua adalah orang berdosa sebelum menjadi pengikut-Nya. Namun, Tuhan tetap memanggil kita, terlepas dari kekurangan kita, terlepas dari masa lalu kita. Dia melihat melampaui kegagalan dan keberdosaan kita dan mengundang kita ke dalam kehidupan baru yang penuh kasih karunia.

Marilah kita menanggapi undangan-Nya dengan rasa syukur dan keberanian. Marilah kita mengikut Kristus dengan rendah hati, mengingat bahwa kita juga selalu membutuhkan belas kasih-Nya. Semoga kita tidak pernah menghakimi tetapi selalu menyambut, mengasihi, dan menemani orang lain dalam perjalanan menuju Kristus.

Tuhan, semoga aku mengalami sukacita pengampunan-Mu sehingga kami pun mampu mengampuni sesama. Amin.

Author

Write A Comment