Remah Harian

HITUNGLAH BERKATMU

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 21 Oktober 2024, Senin Pekan Biasa XXIX
Bacaan: Ef 2:1-10Mzm 100:2.3.4.5Luk 12: 13-21.

Keserakahan sering kali menjadi penyebab rasa takut. Kita cenderung memegang teguh apa yang kita khawatirkan akan hilang. Dan secara alamiah, semakin banyak yang kita miliki, semakin banyak pula kita harus kehilangan. Kita meyakinkan diri kita sendiri bahwa semakin banyak yang bisa kita kumpulkan, semakin besar fasilitas penyimpanan kita dan kita semakin aman. Namun, seperti yang diingatkan oleh perumpamaan Injil hari ini, hal itu tidaklah benar.

Keserakahan didorong oleh rasa kekosongan yang tidak akan pernah bisa dipuaskan oleh uang atau harta benda. Ironisnya, keserakahan dapat disembuhkan bukan dengan mendapatkan tetapi dengan memberi; dengan berserah diri. Menurut Richard Rohr OFM, seorang imam penulis, berserah diri bukanlah tentang menyerah, tetapi tentang memberi. Berserah diri adalah tentang memberikan diri kita sepenuhnya pada saat ini, pada situasi, pada orang yang ada di depan kita, dan Tuhan.

Petani dalam perumpamaan Injil hari ini mendapatkan kelimpahan, tetapi keserakahannya menyebabkan dia kehilangan jiwa dan kelimpahannya. Orang yang berurusan dengan masalah warisan, didorong oleh keinginan untuk mengklaim apa yang dia yakini sebagai haknya, juga berisiko dikuasai oleh rasa iri hati, sehingga berpotensi melupakan kekayaan yang telah dia miliki dan mempertaruhkan hubungannya dengan saudaranya. Ketika keinginan untuk mengejar uang menjadi kekuatan pendorong dalam hidup kita, ketika keinginan untuk memiliki harta mulai mendominasi kita, jiwa kita menjadi semakin miskin di mata Tuhan.

Merenungkan pesan Injil menghadirkan tantangan yang signifikan. Kita sulit untuk mengakui betapa serakahnya kita. Alih-alih membela atau menghakimi diri sendiri, cara yang paling efektif untuk menaklukkan keserakahan adalah dengan mengakui kelimpahan yang sudah kita miliki. Mari secara sadar kita hidupi rasa syukur dan ingatkan diri sendiri bahwa selama kita masih bisa bernafas, masih memiliki tempat tinggal, makanan, air, cinta, rasa aman dan selama kita memiliki Tuhan dalam hidup kita, kita benar-benar kaya. Kita harus berani berkata: “Ini sudah cukup – saya berkecukupan.”

Jangan biarkan apa pun mengganggu Anda,
Janganlah ada yang membuat kamu takut,
Semua hal berlalu:
Tuhan tidak pernah berubah.
Kesabaran memperoleh segala sesuatu.
Barangsiapa memiliki Allah
Tidak akan kekurangan apapun;
Allah saja cukup.
– St. Theresia dari Avila

Tuhan, kuletakkan hidupku ke dalam tangan-Mu, sebab hanya iman dan kepercayaanku kepada-Mu yang memberi damai dan sukacita abadi. Amin.

Author

Write A Comment