Sabda Hidup
Selasa, 11 Februari, Peringatan Fak. SP. Maria dari Lourdes, Hari Orang Sakit Sedunia
Bacaan: Kej. 1:20-2:4a; Mzm. 8:4-5,6-7,8-9; Mrk. 7:1-13.
Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” [Mrk 7: 6]
Hari ini, kita kenangkan Penampakan Bunda Maria kepada St Bernadette di Lourdes. Kita diingatkan kembali akan indahnya hidup terikat pada Tuhan. Dalam kesederhanaan dan imannya, Santa Bernadette mengajarkan kepada kita bagaimana menanggapi panggilan Tuhan dengan kerendahan hati dan cinta.
Menjadi bagian dari iman Katolik adalah respon kita terhadap undangan Tuhan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Ini bukan hanya serangkaian praktik, tetapi sebuah cara hidup – sebuah perjalanan kembali kepada Tuhan. Perjumpaan dengan Yesus mengubah segalanya. Perjumpaan dengan Yesus mengubah diri kita dan memampukan kita untuk menyentuh kehidupan orang-orang di sekitar kita. Menghidupi iman kita berarti terus menerus terikat dengan Tuhan, yang merupakan sumber dari segala kasih dan pengharapan.
Dalam hubungan dengan Allah ini, aturan dan norma memiliki makna yang sebenarnya. Sama seperti sepasang kekasih yang mengungkapkan cinta mereka melalui tindakan, demikian juga kita menunjukkan cinta kita kepada Allah melalui doa, sakramen-sakramen, dan devosi seperti Rosario. Semua itu bukanlah beban, melainkan tindakan kasih yang memperkuat ikatan kita dengan-Nya. Coba bandingkan dengan pernikahan: tanpa tindakan-tindakan cinta yang kecil, hubungan dapat menjadi renggang. Hal yang sama berlaku untuk hubungan kita dengan Tuhan.
Namun, kita harus berhati-hati untuk tidak membiarkan praktik keagamaan menjadi sekadar kewajiban. Ketika struktur berubah menjadi strukturalisme, maka hal itu dapat mencekik dan bukannya menghidupkan. Agama dimaksudkan untuk menuntun kita kepada Tuhan, bukan untuk membebani kita. Inti dari iman adalah berbicara secara terbuka kepada Tuhan, berbagi sukacita, pergumulan, dan kerinduan kita dengan-Nya. Struktur itu baik ketika membimbing kita, tetapi tidak boleh menutupi kebebasan yang kita nikmati sebagai anak-anak Allah yang terkasih.
Marilah kita belajar dari Bunda Maria di Lourdes untuk membawa orang lain kepada Tuhan, bukan melalui kekakuan, tetapi melalui cinta, kelembutan, dan kebebasan. Hari ini juga merupakan Hari Orang Sakit Sedunia. Mari mohon juga kepada Bunda Maria agar membantu kita dalam usaha untuk menjadi tanda dan sarana kehadiran Allah yang dekat denga mereka yang menderita, melalui perjumpaan, anugerah, dan berbagi.
Bunda Maria, bawalah kami lebih dekat kepada Putera-Mu. Ajarlah kami untuk mencintai-Nya melalui doa, tindakan bakti, dan hidup yang berakar dalam iman. Amin.
