Remah Harian

HIDUP MENURUT UKURAN KRISTUS

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis 30 Januari 2025, Kamis Pekan Biasa III
Bacaan: Ibr. 10:19-25Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6Mrk. 4:21-25

Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Kata-kata Yesus ini mengingatkan kita bahwa cara kita menilai, hidup, dan mengasihi akan menentukan bagaimana kita dihakimi, baik saat ini maupun di akhir hidup kita. Ini bukan sekadar panggilan untuk berbuat baik atau menghindari kesalahan, tetapi sebuah undangan untuk mengadopsi “gaya” seperti Kristus – cara hidup sehari-hari yang berakar pada kerendahan hati dan belas kasihan. 

Bagaimana kita mengukur orang lain? Apakah kita menghakimi dengan hati yang murah hati, dipenuhi dengan kasih Allah, atau dengan egoisme dan kekejaman? Yesus menegaskan bahwa ukuran yang kita gunakan – sikap, tindakan, dan penilaian kita – akan menjadi ukuran yang sama yang digunakan untuk kita. Jika kita bertindak tanpa belas kasihan, kita akan menghadapi penghakiman tanpa belas kasihan. Tetapi jika hidup kita ditandai dengan belas kasihan, pengampunan, dan kerendahan hati, kita akan menerima belas kasihan yang berlimpah sebagai balasannya.  

Kehidupan Kristen yang sejati ditandai dengan kesediaan untuk merangkul kerendahan hati, bahkan dalam menghadapi penghinaan. Yesus, meskipun Tuhan, memilih untuk merendahkan diri-Nya, bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2:6-8). Dia memanggil kita untuk mengikuti teladan-Nya, menolak sikap duniawi yang mengutamakan kesombongan, status, atau keuntungan pribadi di atas kasih tanpa pamrih. 

Apakah kita melihat kemunduran dan pengorbanan sebagai hukuman, atau kita menerimanya sebagai kesempatan untuk menyelaraskan diri kita lebih dekat dengan Kristus? Ukuran Kristen adalah ukuran yang menghargai kerendahan hati, menerima salib, dan menempatkan orang lain di atas diri sendiri. Marilah kita berdoa memohon anugerah untuk hidup menurut ukuran Kristus, dengan kerendahan hati dan belas kasih sebagai prinsip-prinsip yang menuntun kita.

Tuhan, biarlah cahaya sukacita kami bersinar di bumi saat kami menunjukkan lebih banyak simpati dan kasih satu sama lain, ketika kami setia pada persahabatan kami dan peduli pada penderitaan sesama. Amin.

Author

Write A Comment