Sabda Hidup
Rabu, 29 Mei 2024, Rabu Pekan Biasa VIII
Bacaan: 1Ptr 1:18-25; Mzm 147:12-13.14-15.19-20; Mrk 10:32-45.
Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
MRK 10: 43 – 45
Suatu ketika saya berjumpa dengan seorang misionaris yang bekerja menjadi kapelan rumah sakit selama berpuluh-puluh tahun. Kecelakaan sepeda motor di masa mudanya hampir membuatnya lumpuh dan sejak itu ia berjalan dengan susah payah. Namun hal itu tidak menghentikannya untuk mengunjungi para pasien dan memberikan pelayanan sakramen-sakramen kepada mereka. Dia sudah tua, pincang, dan tidak fasih berbahasa lokal, tetapi bahkan bertahun-tahun setelah kematiannya, banyak orang mengenangnya dengan penuh kasih atas kelembutan dan kedamaian yang dia bawa ke dalam hidup mereka ketika mereka sangat membutuhkannya.
Tetapi saat ini kita hidup di dunia di mana kita ingin menonjol di atas orang lain dan lebih memilih untuk berada di tempat yang penuh kehormatan dan pengakuan. Dalam Injil hari ini, kita jumpai Yakobus dan Yohanes meminta Tuhan agar mempertimbangkan mereka untuk menduduki posisi teratas ketika Tuhan mendirikan Kerajaan-Nya. Yesus memberi mereka sebuah pengajaran yang indah: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang tekemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.”
Untungnya, di antara kita ada orang-orang hebat seperti yang Yesus kehendaki. Mereka tidak pernah muncul di media, tidak ada yang memberikan pengakuan kepada mereka. Mereka mungkin tidak memiliki kualifikasi akademis mentereng dan juga tidak memiliki banyak harta, tetapi mereka memiliki sesuatu yang lebih berharga daripada harta benda: kebaikan, kelembutan, dan belas kasih kepada mereka yang membutuhkan. Pria dan wanita yang menapaki jalan-jalan kita, orang-orang sederhana dan biasa tetapi yang ditemukan pada saat yang tepat ketika Anda membutuhkan kata penyemangat, tatapan ramah, senyum bahagia, serta bantuan…
Orang tua yang baik yang meluangkan waktu, bahkan jika mereka lelah setelah bekerja seharian, untuk mendengarkan seribu satu pertanyaan dari anak-anak kecil mereka, yang menikmati permainan mereka dan menemukan yang terbaik dalam hidup bersama mereka. Para ibu yang tak kenal lelah yang mengisi rumah mereka dengan cinta dan sukacita; perempuan yang tak ternilai harganya, karena mereka tahu bagaimana memberikan apa yang paling dibutuhkan anak-anak mereka setiap saat; suami atau isteri yang semakin matang dalam cinta mereka hari demi hari, belajar untuk mengalah, dengan murah hati menjaga kebahagiaan satu sama lain, saling memaafkan dalam ribuan gesekan kecil dalam hidup, dan masih banyak lagi orang-orang hebat seperti itu.
Mereka adalah orang-orang yang membuat hidup lebih menyenangkan dan dunia lebih layak untuk ditinggali. Yesus berkata tentang mereka bahwa mereka “hebat” karena mereka hidup untuk melayani orang lain dan membantu mereka untuk hidup dengan harapan dan sukacita.
Di padang gurun dunia ini, di mana hanya persaingan dan konfrontasi yang tampaknya tumbuh, mereka adalah oasis kecil di mana persahabatan, kepercayaan, dan saling membantu tumbuh. Mereka mungkin tidak pernah menerima penghargaan atau bahkan ucapan terima kasih, tetapi mereka ini adalah orang-orang hebat karena mereka menjadi manusia seutuhnya dengan menghidupkan sesama.
Allah Tuhan kami, Putera-Mu Yesus, yang setara dengan-Mu, namun Ia menjadikan diri-Nya sebagai saudara dan hamba kami. Semoga Roh-Nya hidup di dalam diri kami dan membuat kami menjadi serupa dengan-Nya, tak berdaya dan rentan, sehingga kami dapat melayani satu sama lain, terutama saudara-saudari kita yang paling lemah. Amin
