Remah Harian

DIUTUS SEBAGAI SAKSI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 24 April 2025, Kamis dalam Oktaf Paskah
Bacaan:  Kis 3:11-26Mzm 8:2a,5,6-7,8-9Luk 24:35-48.

“Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”
[Luk 24: 46 – 48]

Dalam liturgi hari ini, kata “saksi” muncul dua kali: pertama, dalam pernyataan Petrus yang berani setelah menyembuhkan orang lumpuh, yang menyatakan, “Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi,” (Kisah Para Rasul 3:15). Kedua kalinya, Yesus sendiri menugaskan murid-murid-Nya, dengan berkata, “Kamu adalah saksi dari semuanya itu” (Luk. 24:48). Para Rasul, setelah berjumpa dengan Tuhan yang telah bangkit, tidak dapat tinggal diam. Mereka membagikan pengalaman mereka sehingga kebenaran tentang Kebangkitan Kristus dapat menjangkau semua orang.

Misi ini tidak berakhir dengan mereka. Sebagai orang Kristen yang telah dibaptis, kita semua dipanggil untuk menjadi saksi-saksi Kristus yang hidup. Tetapi apakah yang dimaksud dengan menjadi seorang saksi? Seorang saksi melihat, mengingat, dan menceritakan. Melihat bukan berarti hanya melihat dengan mata jasmani, tetapi mengenali kebenaran yang mendalam tentang kehadiran Kristus. Mengingat berarti membiarkan pengalaman iman membentuk hati dan pikiran kita. Dan menceritakan bukan hanya menceritakan kembali sebuah peristiwa tetapi menyatakan, dengan keyakinan dan sukacita, bagaimana Yesus telah mengubah hidup kita. Seorang saksi yang sejati tidak berbicara dengan sikap acuh tak acuh, tetapi dengan hati yang telah diubahkan oleh kasih Kristus.

Iman kita bukanlah seperangkat aturan atau teori-teori abstrak; iman kita adalah sebuah hubungan pribadi dengan Yesus, Tuhan yang telah bangkit. Kita mengenal-Nya melalui Injil-Nya, Kitab Suci, Sakramen-sakramen, dan kehidupan Gereja. Melalui rahmat Pembaptisan, santapan Ekaristi, dan pembaharuan hati kita dalam pengakuan dosa, kita diperlengkapi untuk membagikan kasih-Nya.

Ketika kita hanya berfokus pada diri kita sendiri atau menutup mata terhadap pergumulan orang lain, kita kehilangan kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia tentang iman kita kepada Kristus dan nilai-nilai pemuridan. Namun, dengan menjalani hidup yang penuh dengan sukacita, keberanian, belas kasihan, dan kedamaian, kita dapat menyinari dunia dengan kasih Kristus yang luar biasa. Mari kita memohon kepada Maria, Bunda kita, untuk membimbing dan mendukung kita, sehingga kita dapat dengan penuh sukacita membagikan berkat-berkat Tuhan yang telah Bangkit kepada setiap orang yang kita jumpai.

Tuhan Yesus, bukalah pikiran kami untuk memahami Kitab Suci sehingga kami dapat sepenuhnya memahami kebenaran firman-Mu. Urapilah kami dengan kuasa-Mu dan berilah kami sukacita dan keberanian untuk memberitakan Injil dalam perkataan dan perbuatan. Amin.

Author

Write A Comment