Remah Harian

DIUTUS KE TENGAH-TENGAH SERIGALA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 11 Juli 2025, Jumat Pekan Biasa XIV, Peringatan St. Benediktus
Bacaan: Kej. 46:1-7,28-30Mzm. 37:3-4,18-19,27-28,39-40Mat. 10:16-23.

“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala….”
(Mat 10: 16a).

Hari ini kita peringati St. Benediktus. Masa hidupnya, antara tahun 480 dan 550 M, merupakan masa krisis dengan runtuhnya Kekaisaran Romawi di Barat, dan orang-orang bermigrasi dari satu benua ke benua lain. Kebingungan rohani bahkan lebih besar lagi. Melalui hidupnya yang diwarnai semangat kasih, kerendahan hati, dan kesetiaan, Santo Benediktus membangun cara hidup di Gereja yang berlandaskan Injil. Biara-biara Benediktinlah yang menjadi pusat peradaban dan budaya bagi sebagian besar Eropa. Benediktus adalah santo pelindung Eropa dan monastisisme Barat. Berdoa dan bekerja untuk perdamaian dapat menjadi pesan Santo Benediktus bagi dunia modern.

Injil hari ini mengingatkan kita bahwa para rasul diutus untuk misi yang berbahaya. Sangat berbahaya. Perbandingan yang Yesus gunakan di sini sangat keras: “Seperti domba di tengah serigala” … Ungkapan “serigala”  menunjuk pada semua pihak yang mengancam atau membuat para pembawa Injil sangat menderita dan bahkan melenyapkan mereka. Namun, ancaman penganiayaan tidak membuat umat Kristiani takut dan gentar, karena mereka percaya kepada Roh Yesus yang menuntun mereka melalui jalan-jalan pemurnian iman yang berbahaya itu.

Ketika berbicara tentang umat Kristiani yang dianiaya di seluruh dunia, Paus Fransiskus pernah berkata, “Demi memberi kesaksian akan terang dan kebenaran, Gereja mengalami, di berbagai tempat, penganiayaan yang kejam, hingga pengorbanan tertinggi berupa kemartiran. Betapa banyak saudara-saudari seiman kita yang menanggung pelecehan dan kekerasan, dan dibenci karena Yesus! Saya ingin menyampaikan sesuatu: para martir zaman sekarang lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan para martir di abad-abad pertama… Saya sampaikan: kekejaman yang sama masih terjadi saat ini, dan bahkan lebih parah, terhadap umat Kristiani. Hari ini kita hendaknya mengingat mereka yang menderita penganiayaan, dan mendekatkan diri kepada mereka dengan kasih, doa, dan juga air mata kita….”

Marilah kita dengan sukacita dan berani memperbarui tekad untuk mengikuti Yesus dengan setia, sebagai satu-satunya pembimbing, dengan tetap hidup sesuai Injil dan menolak mentalitas mereka yang mendominasi dunia ini.

Kuatkanlah kami, Tuhan, setiap kali kami menghadapi penganiayaan dalam mengikut Engkau. Tolonglah kami untuk tidak menyerah saat kami memenuhi misi-Mu. Amin.

Author

Write A Comment