Remah Harian

DIUTUS, DISERTAI, DIPERLENGKAPI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 8 April 2025, Selasa Pekan Prapaskah V
Bacaan: Bil. 21:4-9Mzm. 102:2-3,16-18,19-21Yoh. 8:21-30.

“Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

[YOH 8: 29]

Kebanyakan anak kecil, jika ditinggal sendirian di rumah, akan merasa takut. Mereka perlu tahu bahwa orang tua mereka ada di sekitar mereka. Bayangan berada di suatu tempat sendirian itu menakutkan. Seorang anak, apabila tersesat di toko atau tempat umum lainnya, juga akan merasa takut. Mereka membutuhkan rasa aman dengan kehadiran orang tua di dekat mereka.

Hal yang sama juga berlaku dalam kehidupan rohani. Secara batin, jika kita merasa sendirian, kita mungkin akan merasa takut. Merasa seolah-olah diabaikan, ditinggalkan oleh Tuhan adalah pikiran yang menakutkan. Namun sebaliknya, ketika kita merasakan bahwa Allah hadir dan hidup di dalam diri kita, kita akan sangat dikuatkan untuk menghadapi hidup dengan keberanian dan sukacita.

Inilah yang dialami Yesus dalam Injil hari ini di mana Dia berbicara banyak tentang hubungan-Nya dengan Bapa. Bapa adalah Dia yang mengutus Yesus ke dunia untuk misi-Nya dan Yesus mengetahui bahwa Bapa tidak akan meninggalkan-Nya sendirian. Yesus mengatakan hal ini, mengetahuinya dan mengalami berkat dari hubungan terdalam dan intim di dalam Hati-Nya yang manusiawi dan ilahi.

Hal yang sama juga dapat dikatakan kepada kita masing-masing. Pertama, kita harus menyadari bahwa Bapa telah mengutus kita. Kita masing-masing memiliki sebuah misi dalam hidup. Apakah Anda menyadarinya? Apakah Anda menyadari bahwa Anda memiliki misi dan panggilan yang sangat spesifik dari Allah? Ya, mungkin itu mencakup hal-hal yang sangat biasa dalam kehidupan anda seperti pekerjaan-pekerjaan di sekitar rumah, kesibukan sehari-hari, membangun hubungan keluarga Anda, dll. Kehidupan kita sehari-hari dipenuhi dengan aktivitas-aktivitas biasa yang membentuk kehendak Allah.

Mungkin saja Anda sudah sepenuhnya menyelami kehendak Allah dengan bertekun dalam keseharian Anda. Namun, mungkin juga Tuhan menginginkan lebih dari Anda. Dia memiliki rencana untuk Anda dan ini adalah misi yang tidak dipercayakan-Nya kepada orang lain. Mungkin Anda harus melangkah dengan iman, berani, keluar dari zona nyaman, atau menghadapi rasa takut. Namun, apa pun masalahnya, Tuhan mengutus Anda.

Kabar baiknya adalah bahwa Tuhan tidak hanya mengutus kita, tetapi Dia juga tetap menyertai kita. Dia tidak meninggalkan kita sendirian untuk memenuhi misi yang telah Dia percayakan kepada kita. Ia telah menjanjikan pertolongan-Nya yang terus menerus menyertai kita. Ia memperlengkapi kita dengan apa yang kita butuhkan untuk melaksanakan misi kita.

Renungkanlah hari ini misi yang diberikan kepada Yesus: misi untuk memberikan hidup-Nya dengan cara yang penuh pengorbanan. Renungkan juga bagaimana Allah ingin Anda menjalani misi yang sama dengan Kristus, yaitu kasih yang berkorban dan pemberian diri. Anda mungkin sudah menjalaninya dengan sepenuh hati, atau Anda mungkin membutuhkan arahan baru. Katakanlah “Ya” dengan keberanian dan keyakinan dan Tuhan akan berjalan bersama Anda di setiap langkah Anda.

Tuhan, aku berkata “Ya” untuk rencana sempurna yang Engkau miliki untuk hidupku. Apapun itu, aku terima tanpa ragu. Aku tahu bahwa Engkau selalu menyertaiku dan aku tidak pernah sendirian. Yesus, aku percaya kepada-Mu.

Author

Write A Comment