Remah Harian

DIPANGGIL UNTUK BERSAKSI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 6 Mei 2024, Senin Pekan paskah VI
Bacaan: Kis. 16:11-15Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9bYoh. 15:26-16:4a.

YOH 15: 26 – 27

Dalam Injil hari ini, Yesus mengatakan bahwa saksi-saksi utama-Nya adalah Roh Kudus, yang disebut Parakletos atau Penghibur, dan kita masing-masing. Tanggung jawab diberikan kepada kita sekarang oleh Yesus untuk mengatakan kebenaran, seluruh kebenaran dan tidak ada yang lain selain kebenaran tentang firman-Nya yang menyelamatkan dan karya-Nya yang penuh kasih, tetapi tentu saja dengan bantuan Roh Kudus.

Roh Kudus bersaksi tentang Kristus karena Ia melanjutkan pekerjaan Kristus dan menjadi saksi bagi-Nya. Roh Kudus menerangi kita tentang kebenaran pesan Kristus dan realitas pribadi-Nya. Ketika kita mendengar firman-Nya, Roh Kudus bekerja di dalam hati dan pikiran kita. Akal budi kita menangkap maknanya dan hati kita menerima pesan-Nya sehingga kita dapat menghidupinya dalam kehidupan kita.

Kita bersaksi tentang Kristus karena kita berjumpa dengan Dia terlebih dahulu dalam iman kita. Tentu saja menjadi saksi Kristus tidak pernah mudah. Penganiayaan tidak dapat dihindari. Selalu ada harga yang harus dibayar untuk tetap bersama Yesus dan banyak orang telah membayar harga tertinggi dengan nyawa mereka sendiri. Marilah kita memberikan penghiburan kepada-Nya dengan tetap setia apapun yang terjadi. Dan kita tidak dapat bersaksi tentang Yesus jika kita tidak mengenal-Nya secara pribadi. Kristus dialami di dalam doa dan di dalam sakramen-sakramen. Kekuatan kesaksian kita bergantung pada kedalaman keyakinan pribadi kita. Hanya jika kita hidup dan merefleksikan Injil Kristus dengan setia, kita dapat bersaksi secara efektif tentang Dia.

Suatu ketika, St. Fransiskus Asisi mengajak seorang biarawan muda menyertainya dalam perjalanan ke kota untuk berkhotbah. Tentu saja biarawan muda itu menerima ajakan itu dengan gembira. Sepanjang hari ia menyertai St Fransiskus menelusuri jalan-jalan besar maupun kecil, lorong-lorong, dan bahkan ke pinggiran kota. Mereka menyapa dan meneguhkan banyak orang. Di sore hari, keduanya pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan St. Fransiskus tidak banyak berbicara, bahkan dia juga tidak pernah berbicara sedikitpun tentang Injil. Dengan sangat kecewa, biarawan muda itu berkata, “Saya pikir kita pergi ke kota untuk berkhotbah.”

St. Fransikus menjawab, “Anakku, kita telah berkhotbah. Kita berkhotbah saat kita berjalan dan berjumpa siapa saja. Kita dilihat oleh banyak orang dan perilaku kita sangat mereka perhatikan. Tidak ada gunanya pergi ke mana saja untuk berkhotbah, jika kita tidak berkhotbah di mana-mana saat kita berjalan!”

Yesus “mengharuskan” kita bersaksi. “Kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku,” (Yoh 15: 27). Cara kita bersaksi adalah dedikasi kita sehari-hari yang kita berikan sebagai murid-murid Kristus yang setia, melalui cara kita bekerja, berdoa dan beraktivitas apa saja. Bahkan juga melalui kesetiaan kita melaksanakan hal-hal yang biasa, hal-hal yang kecil.

Saksi yang baik tidak seperti salesman yang menawarkan sebuah produk. Saksi yang baik itu seperti sebuah rambu-rambu. Entah itu tua, muda, tampan, cantik, jelek, seperti rambu-rambu kita menunjukkan arah yang benar dan dapat dipahami. Kita adalah saksi Kristus, kita menunjukkan arah kepada Dia.

Ya Roh Kudus, Sang Penghibur dan Penolong. Engkaulah Roh Kebenaran yang memimpin kami kepada seluruh kebenaran. Ajarkanlahlah segala sesuatu kepada kami dan ingatkan kami akan sabda yang telah dikatakan oleh Yesus, agar kami selalu di tuntun oleh sabda-Nya dan berani besaksi tentang kebenaran. Amin.

Author

Write A Comment