Remah Harian

DIJAGA DARI ROH KEDUNIAWIAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup Sabtu, 24 Mei 2025, Sabtu Pekan Paskah V

Bacaan: Kis. 16:1-10; Mzm. 100:1-2,3,5; Yoh. 15:18-21.

“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.” (Yoh 15: 18 – 19)

Dalam Injil hari ini, Yesus memperingatkan para murid-Nya: “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa dunia telah lebih dahulu membenci Aku.” Ketika semakin dekat waktunya untuk meninggalkan mereka, Ia tidak berdoa agar mereka diambil dari dunia, tetapi agar mereka dilindungi dari roh dunia (bdk. Yoh. 17:15).

Apakah roh dunia ini? Ini bukan hanya tentang tenggelam dalam pesta pora atau kesenangan. Melainkan, ini adalah budaya yang lebih dalam dan lebih berbahaya, yakni budaya yang mementingkan penampilan, nilai-nilai yang dangkal, dan loyalitas sesaat. Ini adalah cara hidup yang mengutamakan kenyamanan di atas kebenaran, membuang apa yang tidak nyaman, dan menolak kesetiaan. Cara hidup ini menyamar dengan menebar pesona, tetapi pada dasarnya, cara hidup ini membelenggu Firman Allah, seperti yang diperingatkan oleh Yesus dalam perumpamaan tentang penabur (bdk. Luk. 8:7).

Keduniawian bahkan merasuk ke dalam Gereja, menyamar sebagai kebaikan sambil menguras habis panggilan radikal Injili untuk mengasihi, berkorban, dan kebenaran. Henri de Lubac menyebut “keduniawian rohani” ini sebagai kejahatan terburuk yang dapat menimpa Gereja – halus, mengakar, dan menghancurkan.

Paus Fransiskus pernah memperingatkan kita bahwa “Kekristenan sejati, bagaimanapun juga, berdiri di atas skandal Salib. Dunia tidak dapat mentolerir Salib karena Salib mengungkapkan kasih yang berkorban dan menderita demi orang lain. Paulus mengingatkan kita, “Kemenangan yang menaklukkan dunia adalah iman kita” (1 Yoh. 5:4) – iman kepada Kristus yang disalibkan dan bangkit, adalah kebodohan bagi dunia, tetapi merupakan kekuatan Allah bagi mereka yang percaya.

Marilah kita memohon kepada Roh Kudus untuk mendapatkan ketajaman: mengenali roh keduniawian dan melawannya dengan kekuatan iman. Semoga kita berpegang teguh pada Salib Kristus, pengharapan sejati dan kemenangan abadi kita. Iman kepada Tuhan yang Tersalib dan Bangkit adalah perisai kita melawan roh dunia.

Tuhan, berilah aku keberanian untuk untuk tidak mengikuti semangat keduniawian, sebab Engkau telah mengalahkan dunia. Amin.

Author

Write A Comment