Remah Harian

DENGARKANLAH DIA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 6 Agustus 2024, Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya
Bacaan: Dan. 7:9-10,13-14 atau 2Ptr. 1:16-19Mzm. 97:1-2,5-6,9Mrk. 9:2-10.

Hari ini kita rayakan sebuah pesta penting – Pesta Yesus menampakkan kemuliaan-Nya atau juga disebut Transfigurasi, sebuah peristiwa yang disebut dalam ketiga Injil Synoptik. Di awal perikope Injil dikatakan “Enam hari kemudian.” Apa yang terjadi enam hari sebelum peristiwa ini? Untuk pertama kalinya, Yesus menyatakan bahwa “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari,” (Mrk 8: 31). Yesus juga mengatakan kepada para rasul, barangsiapa hendak mengikuti-Nya, ia harus menyangkal dirinya dan memanggul salib (Mrk 8: 35)

Pengalaman transfigurasi memberikan kesan sangat kuat bagi para rasul. Hal ini juga dimaksudkan sebagai persiapan bagi ketiganya dalam menghadapi penderitaan dan kematian Yesus yang akan datang. Namun, seperti yang kita ketahui, berulang kali Petrus tidak dapat menerima Yesus diadili dan bahkan menyangkal Yesus ketika ditanya apakah dia adalah salah satu pengikut Yesus. Iman tidak hanya bergantung pada satu peristiwa pengalaman dengan Tuhan. Iman perlu diuji. Petrus belajar dengan cara yang sulit.

Kuncinya ada pada suara yang berasal dari Bapa, “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia!” Bapa memperkenalkan Yesus sebagai Mesias. Lebih jauh lagi, Dia memerintahkan kita untuk mendengarkan-Nya. Karena apa artinya pengalaman kebahagiaan, misteri, dan yang ilahi jika tidak menghasilkan sikap mendengarkan perkataan Yesus? Kita tidak bisa hanya tinggal dalam sukacita karena telah melihat Tuhan. Pengalaman itu harus menghasilkan buah dalam kehidupan kita sehari-hari. Itulah hasil dari “mendengarkan” Yesus.

Setiap hari kita mendengar banyak suara. Kita mendengar suara orang lain, media, bahkan suara roh jahat, dan suara kita sendiri. Siapa yang kita dengarkan? Suara Tuhan bersaing dengan semua itu. Tetapi pilihan ada di tangan kita, suara mana yang akan kita dengarkan. Bapa memerintahkan kita untuk mendengarkan Yesus. Suara Tuhan tidak hanya menjawab kekhawatiran kita. Suara Tuhan menuntun kita kepada keselamatan. Dia adalah Gembala yang Baik dan kita adalah domba-domba-Nya. Suara gembala adalah kehidupan bagi domba-domba-Nya. Suara Tuhan adalah kehidupan umat beriman.

Tuhan, ketika begitu banyak kebisingan dalam hidupku menenggelamkan suara-Mu, bukalah telinga hatiku agar aku dapat mendengar-Mu. Amin.

Author

Write A Comment