Remah Harian

DAMAI KRISTUS

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 20 Mei 2025, Selasa Pekan Paskah V
Bacaan: Kis. 14:19-28Mzm. 145:10-11,12-13ab,21Yoh. 14:27-31a.

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yoh 14: 27)

Menjelang sengsara-Nya, Yesus memberikan hadiah kepada murid-murid-Nya – dan kepada kita – dengan mengatakan: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.” Damai sejahtera ini berbeda dengan apa pun yang diberikan oleh dunia. Damai sejahtera duniawi sering kali bergantung pada kekuasaan, kompromi, atau kesepakatan yang tidak stabil; damai sejahtera ini bersifat sementara, didasarkan pada kepentingan pribadi dan rasa takut. Sebaliknya, damai sejahtera Kristus berasal dari kasih yang ditunjukkan di kayu salib, melalui pengorbanan dan kerendahan hati. Damai sejahtera-Nya bersifat kekal karena bersumber dari hati Allah.

Perjalanan Paskah kita mengundang kita untuk berjalan dalam ziarah pengharapan: untuk meninggalkan keamanan palsu dan ilusi duniawi, dan mengikuti Kristus, yang tidak memaksakan tetapi menawarkan, yang menaklukkan bukan dengan pedang tetapi dengan belas kasih.

Bagaimana kita menapaki jalan ini? Mending Paus Fransiskus mengusulkan proses berikut dalam perjalanan kita sebagai Peziarah Harapan:

  • Pertama, kita mencapai kedamaian batin dengan terlibat dalam doa pribadi dan komunal atau bersama, memiliki pertemuan rutin dengan Tuhan, dan terhubung dengan orang lain serta alam sekitar kita.
  • Kedua, dengan memilih pengampunan setiap hari, menolak kepahitan yang didorong oleh dunia.
  • Ketiga, dengan bertindak dengan kelembutan, bahkan ketika dunia menuntut kekerasan.
  • Keempat, dengan hidup penuh kasih, mengasihi dengan murah hati bahkan kepada mereka yang menantang kita.
  • Kelima, dengan mempercayai waktu Tuhan, bukan pada kekuatan manusia atau kemenangan instan.

Paskah adalah panggilan bagi kita untuk berpindah dari rasa takut kepada kepercayaan, dari kekerasan kepada kelembutan, dari kekecewaan kepada pengharapan yang mendalam dan hidup. Ketika kita mengijinkan damai sejahtera Kristus memerintah di dalam hati kita, kita akan menjadi saksi sejati Kebangkitan di dalam dunia yang terluka.

Marilah kita berjalan dalam peziarahan ini bersama-sama, dengan hati yang tertuju kepada Kristus, membawa damai sejahtera-Nya ke dalam setiap tempat kegelapan. Damai sejahtera yang sejati tidak ditaklukkan dengan kekerasan – damai sejahtera itu diberikan dengan kasih. Terimalah damai sejahtera Kristus, dan jadilah peziarah yang penuh pengharapan!

Tuhan, kusingkirkan semua kekuatiranku dan kuserahkan kepada-Mu. Berilah aku hati yang damai dan pikiran yang jernih yang fokus untuk mengasihi-Mu dan mengikut Engkau. Amin.

Author

Write A Comment