Remah Harian

BUKAN URUSAN PERUT SAJA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 18 Februari 2025, Selasa Pekan Biasa VI
Bacaan: Kej. 6:5-8,7:1-5,10Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10Mrk. 8:14-21.

(Mrk 8: 14 – 21)

Cerita Injil hari ini terjadi ketika Yesus dan murid-murid-Nya menyeberangi Danau Galilea. Tentu mereka telah melakukan perjalanan itu berulang kali selama tiga tahun pelayanan publik Yesus, namun para murid masih salah paham menangkap apa yang dikatakan oleh Yesus. Yesus berbicara tentang “ragi orang Farisi dan ragi Herodes”, mereka berpikir bahwa Yesus berbicara tentang hal itu karena mereka tidak mempunyai roti. Padahal belum lama mereka menyaksikan bagaimana Yesus menggandakan roti dan memberi makan bagi ribuan orang! Membaca kisah ini saya saya ajak anda merenungkan poin-poin berikut:

  • Selama kita masih hidup, urusan perut, tetap menjadi perhatian kita. Di tengah-tengah perjalanan pelayanan mereka, tentu saja mereka khawatir ketika mereka lupa membawa perbekalan. Selama kita masih hidup di bumi ini, kita perlu memenuhi kebutuhan-kebutuhan tubuh kita. Seng makan mati, makan seng mati, kata teman-teman dari Maluku…
  • Akan tetapi jangan sampai perhatian kita hanya masalah perut saja. Urusan rohani juga sangat perlu kita perhatikan. Ketika perhatian para murid hanya tertuju pada masalah perbekalan (roti), maka ketika Yesus mengingatkan mereka akan “ragi orang Farisi dan ragi Herodes” yakni pengaruh jahat orang Farisi dan Herodes yang “membusukkan” hidup seperti ragi, maka “tidak nyambung”. Para murid berpikir tentang roti dan ragi dalam arti material. Maka, jangan sampai hidup kita hanya tertuju pada urusan duniawi (perut) saja. Hidup yang baik juga penting!
  • Ketika Yesus menyadari bahwa perhatian para murid tertuju pada roti perbekalan saja, Yesus mengajak mereka untuk mengingat mukjizat penggandaan roti. Seperti Tuhan memenuhi kebutuhan orang banyak itu, Tuhan juga akan memelihara para murid. Kita pun perlu mengingat-ingat karya Tuhan atas diri kita di masa-masa yang telah lalu dan menimba kekuatan dari padanya. Tuhan itu konsisten – Ia tetap sama, kemarin, hari ini dan selamanya (Ibr 13: 8).

Semoga kita membangun hidup yang seimbang. Urusan perut itu penting. Tetapi urusan hidup yang baik juga penting. Tuhan yang mahabaik akan tetap menyelenggarakan hidup kita.

Tuhan, bantulah kami untuk membangun hidup yang seimbang dan mempercayakan diri pada penyelenggaraan-Mu.

Author

Write A Comment