Remah Harian

BUKAN SEKADAR PEMAIN CADANGAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 14 Mei 2024, Pesta St. Matias Rasul
Bacaan: Kis 1:15-17.20-26Mzm 113:1-2.3-4.5-6.7-8Yoh 15:9-17.

YOH 15: 12 – 14

Istilah pemain supersub dalam dunia sepak bola muncul pada tahun 1960-an. Supersub adalah pengembangan strategi dengan memanfaatkan kelebihan para pemain yang menghuni bangku cadangan. Para pemain pengganti sukses mengubah jalannya permainan atau bahkan mencetak gol yang menentukan hasil pertandingan.

Supersub, berasal dari gabungan kata super dan substitution. Sebagai pemain pengganti, pemain harus selalu siap sewaktu-waktu jika diperlukan untuk membantu rekan-rekannya dalam suatu pertandingan.

Walau memiliki menit bermain yang tidak begitu banyak, beberapa pemain ini mampu menjadi senjata rahasia ketika situasi genting. Bukan berarti kualitas para supersub berbeda dengan pemain utama.

Setiap tim membutuhkan pemain supersub yang handal demi sebuah kepentingan tim dan menjadi energi tambahan ketika tenaga menemui jalan buntu dalam mencetak gol.

Salah satu pemain yang dikenal sebagai supersub antara lain adalah Ole Gunnar Solskjaer yang dijuluki The Baby Face Assassin. Solskjaer bergabung bersama Manchester United pada 1996 dengan mahar 1,5 juta euro dari klub Norwegia, Molde FK. Satu di antara momen terbaik Solskjaer menjadi supersub adalah mencetak gol pada masa injury time partai final Liga Champions 1999 melawan Bayern Munchen. Kala itu Manchester United ketinggalan 0-1 dari Bayern Munchen yang unggul lewat gol Mario Basler di awal babak pertama. Tim Setan Merah kemudian secara fantastis mencetak dua gol pada masa injury time dan membalikkan keadaan. Gol-gol yang dicetak Soksjaer dan Teddy Sheringham itu akhirnya bisa melengkapi kepingan treble winners Manchester United yang sebelumnya sudah memastikan gelar juara Liga Premier dan Piala FA.

Hari ini kita rayakan Pesta St Matias Rasul. Matias yang berarti pemberian Yahweh (Mattithiah), dipilih menjadi supersub dalam keduabelasan rasul-rasul Yesus menggantikan Yudas Iskariot. Ia dipilih karena ia juga murid Yesus dan menjadi saksi mata akan hidup, pelayanan dan kebangkitan Yesus. Kemungkinan besar ia adalah salah satu dari 72 murid yang diutus Yesus untuk mewartakan Injil (Luk 10: 1 dst). Ia juga disebut dalam kanon Romawi (Doa Syukur Agung I). Menurut tradisi, setelah menerima Roh Kudus, ia tanpa lelah mewartakan Injil lebih dari 30 tahun di Yudea, Kapadokia, Mesir dan Ethiopia. Ia dikenang karena kotbahnya tentang perlunya matiraga dan menundukkan segala keinginan sensual dan keinginan-keinginan tak teratur. Ia wafat sebagai martir di Kolkhis (wilayah pantai Laut Hitam) di bagian barat Georgia pada tahun 80 Masehi. Kamartiran St. Matias, seperti juga kemartiran para murid yang lain telah dikatakan sebelumnya oleh Yesus. Jadi kemartiran adalah kepastian bagi siapa saja yang ingin mengikuti Yesus.

Bagaimana Matias terhitung di antara para rasul dikisahkan dalam bacaan pertama hari ini. St. Petrus memberikan dasar Kitab Suci: “Biarlah jabatannya diambil orang lain.” (Kis 1: 20). Itu berarti bahwa seseorang harus menggantikan tempat Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Namun pilihan itu bukan hanya berdasar pertimbangan pribadi Petrus sendiri. Maka ada dua orang yang dinominasikan: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias (Kis 1: 23).

Para murid pun kemudian berdoa: “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini” (Kis 1: 24). Tuhanlah yang memilih para rasul, bukan yang lain.

Barangkali kita melihat St. Matias hanyalah sebagai pemain cadangan. Tetapi benarkah demikian? Ada beberapa point dapat kita renungkan di sini:

  • Baik Barsabas maupun Matias setia menjadi sahabat Yesus, walaupun nama mereka tidak tercantum secara resmi sebagai dua belas murid pilihan. Mengapa mereka dapat jadi saksi? Karena telah setia menjadi pengikut. Mujijat-mujijat yang Yesus kerjakan, mereka lihat, pengajaran Yesus mereka dengar, Kebangkitan Yesus mereka lihat, kenaikan Yesus ke Surga mereka saksikan, bahkan saat menantikan turunnya Roh Kudus pun, mereka ikut menantikan. Kehadiran dalam setiap moment, adalah hal yang penting. Bahkan kriteria ini pun tidak dapat kita jumpai pada Rasul Paulus, Rasul yang besar itu. Guru yang baik adalah yang dahulu telah berhasil menjadi murid yang baik, seorang pemimpin mengawali karirnya dengan menjadi pengikut yang baik. Sudahkah kita menjadi pengikut Yesus yang baik?
  • Betapa berharganya waktu-waktu yang telah mereka lalui bersama dengan Yesus, dan hal itu tidak dapat diulangi lagi. Sama seperi Yudas Iskariot membuang waktu berharga itu, sebaliknya Matias dan Barsabas mengambil kesempatan emas ini. Betapa kesempatan bersama dengan Tuhan itu adalah waktu yang berharga.
  • Ada waktunya menjadi penonton, ada waktunya menjadi pemain. Tadinya Matias dan Barsabas bukanlah orang-orang yang masuk hitungan, tetapi ada saatnya Tuhan menghargai kesetiaan mereka. Dari dua orang ini Tuhan memilih Matias. Tetapi tidak ada catatan Alkitab yang menyatakan bahwa Barsabas mundur dalam mengikut Tuhan. Tidak terpilih secara de jure tetapi tetap mengikut Tuhan secara de fakto, bukan menjadi orang pilihan pertama tetapi memilih berkata Ya dan setia mengikuti-Nya. Jangan puas hanya jadi penonton, masuk lah ke arena bermain, layani Tuhan dengan lebih sungguh!

St. Matias, doakan kami agar mampu menjadi anugerah Tuhan bagi sesama. Amin.

Author

Write A Comment