Sabda Hidup
Kamis, 26 Juni 2025, Kamis Pekan Biasa XII
Bacaan: Kej. 16:1-12,15-16; Mzm. 106:1-2,3-4a,4b-5; Mat. 7:21-29.
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga,” (Mat 7: 21).
Apakah bagi seorang imam atau Romo tersedia jalan mulus ke surga? Apakah seorang biarawati pasti masuk surga? Apakah saya yang setiap hari menulis dan mengirim renungan kepada anda dijamin memiliki jalan aman ke surga?
Jawaban untuk semua pertanyaan ini adalah tidak! Tidak ada yang memiliki monopoli terhadap tempat tinggal di surga; setiap dari kita memiliki kesempatan asalkan kita melakukan kehendak Allah dan hidup sesuai dengan yang Allah inginkan.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita harus hidup sesuai dengan apa yang kita katakan, ajarkan dan sampaikan, karena jika kita tidak hidup sesuai dengan apa yang kita katakan, ajarkan dan sampaikan, kita tidak akan memiliki kesempatan untuk masuk surga suatu hari nanti. Banyak orang hanya pandai mengajar dan berkhotbah, tetapi berhenti di situ. Sangat serupa dengan nabi-nabi palsu yang hanya pandai berkhotbah dan mengajar tetapi hidup dalam kejahatan.
Yesus sendiri berkata: “Tidak semua orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan,’ akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga,” (Matius 7:21).
Yesus tahu segalanya tentang kita! Jika kepada sesama manusia kita bisa “jaga image” kita sebagai orang saleh, kepada Yesus kita tidak melakukan hal yang sama. Sebab Dia tahu rahasia terdalam kita, Dia tahu jika kita hanya berpura-pura atau sungguh-sungguh.
Paus Fransiskus berkata berkata: “Let us all remember this: one cannot proclaim the Gospel of Jesus without the tangible witness of one’s life. Ingatlah akan hal ini: seseorang tidak dapat mewartakan Injil Yesus tanpa kesaksian nyata dalam hidupnya.”
Tuhan, bantu aku agar tidak hanya menjadi pendengar sabda, tetapi melaksanakannya. Bantu aku untuk menyatakan dalam tindakan apa yang aku katakan. Amin.
