Remah Harian

BERJALAN DALAM KEBEBASAN IMAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 13 Mei 2025, Selasa Pekan Paskah IV
Bacaan: Kis. 11:19-26Mzm. 87:1-3,4-5,6-7Yoh. 10:22-30.

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.”
(Yoh 10: 27).

Gereja mengenangkan hari ini 108 tahun penampakan Bunda Maria kepada tiga orang anak di Fatima. Pesan Fatima masih relevan bagi dunia dan Gereja saat ini – supaya kita berdoa bagi pertobatan dunia dan perdamaian dunia.

Selama masa Paskah ini, kita terus berjumpa dengan Kristus yang Bangkit yang berjalan di antara kita dan memanggil nama kita masing-masing. Dalam Injil, orang-orang mendesak Yesus, dengan mengatakan, “Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Yesus menjawab, bukan dengan sebuah wahyu baru, tetapi dengan sebuah pengingat yang lembut: “Aku sudah mengatakannya kepadamu, tetapi kamu tidak percaya.”

Iman bukan hanya soal menerima informasi baru, tetapi tentang membuka hati kita kepada Yesus, mengenali suara-Nya, dan mengikuti ke mana Dia menuntun kita. Namun, kita sering kali merasa sulit untuk benar-benar menjadi bagian dari kawanan domba-Nya, bahkan ketika kita merasa sudah berada di dalam pintu gerbang.

Apa yang menghalangi kita?

Tak jarang, itu adalah kekayaan, bukan hanya kekayaan materi, tetapi cara-cara halus kita menempatkan rasa aman kita dalam harta benda, status, atau kenyamanan. Sering kali pula, itu adalah pola pikir yang kaku, di mana kita lebih berpegang teguh pada aturan dan kendali daripada percaya pada belas kasih Tuhan. Sikap apatis juga dapat mengakar: beban rohani yang menumpulkan keinginan kita untuk menggali lebih dalam. Atau kita mungkin terbebani oleh gangguan-gangguan duniawi, sikap-sikap klerikal, atau bahkan ideologi-ideologi agama yang mempersulit kesederhanaan Injil.

Semua ini menciptakan “kebisingan” yang membuat kita semakin sulit untuk mendengar suara Yesus.

Tetapi Tuhan yang Bangkit menawarkan sesuatu yang sangat berbeda: kebebasan. Kebebasan yang datang dari mendengarkan suara-Nya, menggakui bahwa kita dikasihi, dan memilih untuk mengikuti-Nya hari demi hari, bahkan ketika jalan itu terasa tidak pasti.

Pada masa Paskah ini, marilah kita bertanya pada diri kita sendiri: Apa yang menghalangi saya untuk bergerak maju dalam iman? Apakah saya benar-benar bebas untuk mengikut Yesus, atau apakah saya berpegang teguh pada sesuatu yang lain?

Kiranya Tuhan memberi kita keberanian untuk berjalan melalui pintu yang adalah Kristus sendiri, dan mengikuti-Nya dengan hati yang penuh sukacita dan kepercayaan.

Tuhan, semoga kasih karunia-Mu bekerja dalam diri kami, memampukan kami tetap setia dengan komitmen yang teguh, sehingga kami dapat menjadi murid-murid Kristus yang sejati. Amin.

Author

Write A Comment