Sabda Hidup
Sabtu, 11 Mei 2024, Sabtu Pekan Paskah VI, Hari Kedua Novena Roh Kudus
Bacaan: Kis. 18:23-28; Mzm. 47:2-3,8-9,10; Yoh. 16:23b-28.
Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.”
(Yoh 16: 23)
Suatu kali menjelang ujian akhir, beberapa anak sekolah datang dan meminta berkat untuk ballpoint yang akan mereka pakai untuk ujian. Mereka bilang bahwa mereka percaya bahwa mereka akan lulus ujian dengan bantuan ilahi. Tetapi kemudian saya katakan kepada mereka, “Benar, Tuhan akan menolong kalian, tetapi kalau kalian tidak belajar, air berkat satu ember besar ini juga tidak akan membantu kalian.” Namun mereka bilang, “Benar Romo. Kami juga belajar mempersiapkan diri untuk ujian. Tetapi tanpa berkat, bisa jadi nanti kami tiba-tiba lupa semuanya, atau kami sial.” Akhirnya saya “menyerah”, yang penting saya sudah berkati mereka, bukan cuma ballpoint mereka. Memang, tak jarang orang menggunakan barang-barang yang sudah diberkati sebagai “jimat” keberuntungan atau untuk melindungi mereka dari nasib buruk.
Kita dikenal sebagai masyarakat yang religius. Di rumah mungkin terdapat tempat khusus untuk berdoa, dengan salib, patung Bunda Maria, patung Hati Kudus, atau patung santo pelindung. Ke mana-mana juga memakai kalung rosario. Tetapi tetap menjadi pertanyaan, bagaimana kita berdoa? Apakah kita berdoa seperti mengucapkan rumus otomatis? Apakah kita berdoa seakan-akan memaksa Tuhan mengabulkan doa-doa kita? Tak jarang kemudian kita marah ketika kita merasa bahwa doa-doa kita tidak dikabulkan.
“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku,” kata Yesus. Apakah kita berdoa kepada Bapa dengan yakin dan percaya? Yesus memberikan jaminan kepada kita bahwa Bapa akan mendengarkan doa-doa kita.
Orang sering mengeluh dan bertanya, “Mengapa doa-doa saya tetap tak terjawab meskipun saya berdoa dalam nama Yesus?” Atau kita membandingkan dengan orang lain, “Itu tetangga saya, hidupnya gak bener-benar amat, koq sepertinya doa-doanya dikabulkan terus…”
Benarkah doa-doa kita tidak dikabulkan? Atau Allah ingin agar kita menunggu serta bertumbuh dalam kesabaran dan iman. Mungkin Ia sedang mempersiapkan kejutan yang lebih besar dan lebih baik bagi kita. Mungkin jawabannya sudah ada bahkan di sekitar kita tetapi kita tidak melihatnya.
Atau mungkin doa kita salah dan menggunakan nama Yesus dengan sia-sia. Misalnya, ada yang berdoa agar tidak ketahuan mencuri, atau memohon supaya Tuhan memberkati hubungan gelapnya, atau memohon agar orang yang menyakiti hatinya mengalami kecelakaan dan mati. Dan sungguh, mereka berdoa “dalam nama Yesus”!
Kita tahu, Allah bekerja atas cara-cara yang kadang tidak kita pahami. Namun, Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan, tetapi sesuai dengan kehendak-Nya, atas cara dan dalam waktu yang lebih tepat.
Bapa Surgawi, kasih-Mu tidak mengenal batas dan belas kasihan-Mu selalu baru setiap hari. Penuhi aku dengan rasa syukur atas berkat-Mu yang tak terhingga dan dekatkanlah aku pada takhta kasih karunia dan kemurahan-Mu. Berikanlah aku keyakinan dan keberanian untuk berdoa agar kehendak-Mu terjadi di bumi seperti di surga.
