Remah Harian

BAWALAH TERANG

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 6 Januari 2025, Senin Sesudah Penampakan Tuhan
Bacaan: 1Yoh. 3:22 – 4:6Mzm. 2:7-8,10-11Mat. 4:12-17,23-25.

Injil hari ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama memperkenalkan pelayanan Yesus di Galilea dengan nubuat Yesaya, sedangkan bagian kedua merangkum misi-Nya untuk mengajar, berkhotbah, dan menyembuhkan.  

Setelah misi Yohanes Pembaptis berakhir, Yesus pindah dari Nazaret ke Kapernaum, sebuah desa nelayan sederhana di sepanjang pantai barat Danau Genesaret. Tidak seperti kota-kota besar seperti Tiberias atau Magdala, arti penting Kapernaum terletak pada posisinya yang berada di “Jalan Laut”, sebuah rute perdagangan utama, yang membuatnya menjadi pusat pertukaran budaya dan perdagangan. 

Matius menafsirkan kepindahan Yesus dengan mengutip nubuat Yesaya: “Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” (Yesaya 9:1-2). Galilea, yang dipandang rendah oleh para pemimpin Yahudi di Yerusalem sebagai daerah semi-kafir yang terdiri dari orang-orang yang tidak murni dan pemberontak, menjadi tempat di mana terang Kristus pertama kali bersinar. Pilihan Yesus untuk memulai misi-Nya di sini menggarisbawahi pilihan Allah bagi mereka yang terpinggirkan dan tersingkir, menggenapi visi Yesaya tentang keselamatan yang menjangkau mereka yang jauh dan terbuang. 

Panggilan Yesus untuk bertobat (Mat 4: 17) menantang kita untuk mengubah pemikiran dan tindakan kita secara radikal. Ini bukan tentang perbaikan-perbaikan kecil, tetapi perubahan besar dari kegelapan kepada terang, dari kematian kepada kehidupan. Hanya dengan merangkul perubahan ini, kita dapat mengalami “Kerajaan Surga” – cara hidup baru yang berakar pada firman Kristus.  

Matius merangkum misi Yesus: mengajar sebagai terang bagi semua orang, memberitakan pengharapan, dan menyembuhkan orang sakit. Tindakan-tindakan ini menunjukkan kasih Allah dengan cara yang nyata, mengajarkan kepada para murid bagaimana menciptakan umat dan masyarakat yang diperbarui. 

Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menghadapi pelbagai tantangan kehidupan dengan keberanian, mengulurkan harapan kepada mereka yang berada dalam situasi yang sulit, dan membawa terang Kristus ke dalam dunia. Misi-Nya terus berlanjut melalui kita, menciptakan fajar baru bagi mereka yang berada dalam kegelapan.

“We need to give Christ a chance to make use of us, to be His word and His work, to share His food and His clothing in the world today. If we do not radiate the light of Christ around us, the sense of the darkness that prevails in the world will increase.” “Kita perlu memberikan kesempatan kepada Kristus untuk menggunakan kita, untuk menjadi firman-Nya dan pekerjaan-Nya, untuk membagikan makanan dan pakaian-Nya di dunia saat ini. Jika kita tidak memancarkan terang Kristus di sekitar kita, maka kegelapan yang ada di dunia ini akan semakin bertambah,” demikian kata Ibu Teresa dari Calcutta.

Ya Tuhan, semoga kami di dunia ini mampu menjadi cahaya yang bersinar di dalam kegelapan, sebagai pribadi-pribadi yang berkomitmen untuk dunia yang lebih baik yang penuh kasih dan belarasa. Amin.

Author

Write A Comment