Remah Harian

BANGKITLAH DAN ANGKATLAH MUKAMU!

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 28 November 2024, Kamis Pekan Biasa XXXIV
Bacaan: Why 18:1-2.21-23; 19:1-3.9aMzm 100:2.3.4.5Luk 21:20-28.

Tinggal tiga hari tersisa dalam tahun liturgi yang akan berakhir. Hari Minggu nanti kita mulai masa Advent dan kita masuki tahun liturgi yang baru. Mendekati akhir tahun liturgi ini, kita masih diajak untuk merenungkan percakapan Yesus tentang akhir jaman dalam Injil hari ini.

Yesus melanjutkan percakapan tentang akhir jaman, dengan menyajikan dua tanda penutup: kehancuran Yerusalem dan tanda-tanda pada alam ciptaan. Tanda-tanda ini dimaksudkan bukan untuk membangkitkan kecemasan dan ketakutan, tetapi justru untuk membangkitkan harapan, berfungsi sebagai pengingat akan kehadiran Allah yang kekal dan janji-Nya akan dunia yang diperbaharui – “langit yang baru dan bumi yang baru” (Yesaya 65:17).

Yesus memulai percakapan itu dengan menubuatkan kehancuran Yerusalem, sebuah gambaran yang sangat meresahkan para murid-Nya. Bagi mereka, Yerusalem lebih dari sekadar sebuah kota; kota ini merupakan simbol kehadiran dan perlindungan Allah. Meskipun gambaran tentang kehancurannya tampak mengkhawatirkan, Yesus menawarkan kepastian bahwa peristiwa ini adalah bagian dari rencana Allah yang lebih besar. Dengan cara yang sama, ketika kita menghadapi saat-saat kekacauan, kehilangan, atau ketidakpastian dalam hidup kita, kita dapat menemukan penghiburan dengan mengetahui bahwa kuasa penyertaan Tuhan tetap teguh. Yesus mendorong kita untuk melihat melampaui keadaan kita saat ini, mengingatkan kita bahwa tantangan dan kesulitan kita bukanlah akhir dari kisah hidup kita, melainkan bagian integral dari rencana yang lebih besar yang sedang Allah susun.

Selanjutnya, Yesus menggambarkan tanda-tanda dari langit yang menandai suatu transformasi, yakni lenyapnya ciptaan lama dan lahirnya ciptaan baru. Seperti rasa sakit saat melahirkan, peristiwa-peristiwa ini menandakan kehidupan yang baru. Dia berbicara tentang “Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” (Lukas 21:27). Gambaran yang diambil dari kitab Daniel, melambangkan kedatangan Kerajaan Allah – di mana keadilan, cinta, dan belas kasih berkembang.

“Bangkitlah dan angkatlah mukamu!”. Kata-kata ini meyakinkan kita bahwa seberapapun kacau atau hancurnya dunia kita, Tuhan memegang kendali, dan kerajaan-Nya sudah dekat. Marilah kita hidup dengan pengharapan, keberanian, dan iman, berkomitmen untuk membangun kerajaan-Nya di bumi ini dalam situasi apapun, dengan mengetahui bahwa setiap tindakan kasih dan keadilan yang kita tawarkan saat ini adalah benih dari pemerintahan-Nya yang kekal.

Bangkit dan angkatlah mukamu dalam pengharapan adalah pesan hari ini. Tetaplah berharap ketika ada perang dan kekerasan. Tetaplah berharap ketika ada banyak ketidakadilan. Tetaplah berharap ketika ada banyak kebencian dan diskriminasi. Tetaplah berharap, karena masih ada masa depan. Kristus menyertai Anda, dan bersama Dia kita dapat menyingkirkan kejahatan di dalam diri kita dan di dalam dunia kita.

Tuhan Allah kami, kami adalah umat-Mu yang sedang berziarah, yang mencoba dengan setia melaksanakan tugas untuk mewujudkan kerajaan-Mu yang penuh dengan kasih dan damai sejahtera. Ketika kami patah semangat dan takut, buatlah kami terus maju dalam pengharapan. Buatlah kami selalu siap sedia dalam doa, agar kami dapat melihat tanda-tanda kedatangan Putra-Mu. Amin.

Author

Write A Comment