Remah Harian

BANGKIT DARI DEBU

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Rabu, 5 Maret 2025, Hari Rabu Abu
Bacaan: Yl. 2:12-18Mzm. 51:3-4,5-6a,12-13,14,172Kor. 5:20-6:2Mat. 6:1-6,16-18.

Hari ini, saat kita memulai masa Prapaskah yang suci, kita diingatkan akan sebuah kebenaran yang mendalam: kita adalah debu, dan akan kembali menjadi debu. Abu yang ditaruh di dahi kita bukan hanya sebuah simbol, tetapi juga sebuah panggilan untuk merendahkan diri, bertobat, dan memperbarui diri. Abu tersebut mengingatkan kita bahwa hidup ini cepat berlalu dan bahwa perjalanan kita haruslah menjadi sebuah transformasi – sebuah gerakan menjauh dari kesombongan dan egoisme menuju kerendahan hati dan ketergantungan pada Tuhan.

Masa Prapaskah bukan hanya tentang melepaskan sesuatu atau melakukan ritual-ritual lahiriah. Yesus mengundang kita untuk masuk ke dalam pertobatan yang mendalam, pertobatan yang melibatkan puasa, doa, dan sedekah sebagai jalan menuju perubahan yang nyata. Puasa bukan hanya tentang makanan; puasa adalah tentang mendisiplinkan keinginan kita sehingga roh kita bisa lebih kuat daripada kecenderungan duniawi kita. Apa yang ingin kita lepaskan – bukan hanya dalam makanan kita, tetapi juga dalam hati kita? Mungkin inilah saatnya untuk berpuasa dari hal-hal negatif, gosip, keinginan-keinginan tak teratur, atau keegoisan.

Sedekah bukan hanya tentang menyumbangkan barang-barang yang tidak lagi kita butuhkan. Sedekah adalah tentang memberikan diri kita sendiri, menjadi lebih hadir bagi mereka yang membutuhkan, dan berkorban untuk memberikan kehidupan bagi orang lain. Bagaimana kita dapat memberikan lebih banyak waktu, cinta, dan perhatian kita kepada mereka yang paling membutuhkan?

Dan terakhir, doa yang adalah inti dari perjalanan Prapaskah kita. Tanpa doa, puasa dan sedekah menjadi tindakan yang hampa. Inilah saatnya untuk kembali kepada Yesus dengan tulus, mencari belas kasihan-Nya, dan memperbaharui hubungan kita dengan-Nya.

Biarlah masa Prapaskah ini menjadi masa transformasi sejati, bukan hanya sekedar ketaatan lahiriah. Semoga pengorbanan kita membawa kita kepada hati yang diperbarui, hati yang berdetak seirama dengan hati Kristus. Sesuatu yang baik sedang datang – kembalinya kita kepada Tuhan.

Tuhan Allah kami, setiap tahun Engkau memberi kami kesempatan baru untuk bertumbuh dalam kasih kepada-Mu dan sesama. Berikanlah kami kekuatan untuk menjalani empat puluh hari ini dalam semangat Yesus, Tuhan kami. Amin.

Author

Write A Comment