Remah Harian

ANUGERAH UNTUK MENGENAL DAN MENGIKUTI YESUS

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Rabu, 2 Juli 2025, Rabu Pekan Biasa XIII
Bacaan: Kej. 21:5,8-20; Mzm. 34:7-8,10-11,12-13; Mat. 8:28-34.

“Keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.”
(Mat 8: 34).

Bacaan Injil hari ini menarik. Yesus masuk di wilayah Gadara, sebelah timur danau Galilea. Dua orang kerasukan roh-roh jahat keluar dari pekuburan menemui Yesus. Roh-roh jahat itu mengenali siapa Yesus. Mereka tahu kuasa-Nya. Roh-roh jahat itu meminta agar mereka tidak diusir dari wilayah itu, tetapi pindah kepada kawanan babi yang ada di situ. Menjawab permintaan mereka itu, Yesus berkata, “Pergilah!” Maka pergilah roh-roh jahat itu masuk ke dalam babi-babi dan menyebabkan babi-babi itu terjun dari tepi jurang dan mati di dalam danau. Kita melihat kuasa Yesus yang luar biasa. Hanya dengan sepatah kata, Ia membungkam setan, menenangkan badai, dan membangkitkan orang mati. Benar, seperti yang dikatakan Injil Yohanes, “Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.”

Namun, sesuatu yang mengejutkan terjadi. Penduduk kota yang mendengar tentang mujizat itu tidak menerima kehadiran Yesus. Mereka keluar untuk menemui-Nya… dan meminta-Nya pergi. Mengapa? Mungkin mereka takut. Atau mungkin merasa rugi kehilangan babi-babi itu yang bagi mereka lebih berharga bagi daripada kebebasan dua orang yang menderita itu dari cengkeraman roh jahat.

Sebaliknya, kita ingat sebuah peristiwa yang lain, ketika Yesus berjumpa seorang perempuan di sumur (Yoh 4: 4 – 26). Perjumpaanya dengan Yesus membuatnya membawa seluruh penduduk desanya kepada-Nya. Kesaksian kita penting. Kesaksian seperti apa yang kita berikan ketika kita berbicara tentang Yesus?

Ini adalah kenyataan yang kita jumpai dalam hidup kita. Tidak semua orang yang melihat, mengetahui, berjumpa dengan Yesus mengikuti-Nya. Dan hal ini masih berlaku hingga saat ini. Melihat dan mengetahui tidak sama dengan percaya. Keinginan kita untuk mengikuti Kristus, seberapa pun tidak sempurnanya, sudah merupakan anugerah dari Allah. Seperti yang diingatkan oleh St. Paulus, “Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (Fil 2:13).

Mari kita bersyukur kepada Tuhan hari ini atas anugerah untuk menginginkan-Nya. Mari kita mohon Roh Kudus untuk memperbarui cinta kita kepada Yesus, dan jangan pernah menganggap remeh anugerah iman.

Tuhan, syukur kepada-Mu atas anugerah iman kami. Semoga cinta kami kepada-Mu semakin bertambah. Semoga kami semakin berakar dan di bangun dalam Dikau dan semakin teguh dalam iman.

Author

Write A Comment