Remah Harian

ANUGERAH EKARISTI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 5 Agustus 2024, Senin Pekan Biasa XVIII
Bacaan: Yer 28:1-17Mzm 119:29.43.79.80.95.102Mat 14:13-21.

Ada sebuah interpretasi sosial terhadap peristiwa penggandaan roti dan ikan, 5 roti dan 2 ekor ikan, untuk memberi makan lebih dari 5000 orang. Interpretasi itu mengatakan bahwa itu bukanlah mukjizat. Yang terjadi adalah ketika Yesus dan murid-murid-Nya mulai membagikan makanan mereka yang sedikit, orang banyak merasa malu dan mulai membagikan apa yang mereka miliki.

Namun, pandangan ini melemahkan pesan dari kisah tersebut. Bagi para penginjil peristiwa ini sangatlah penting sehingga menjadi satu-satunya mukjizat yang kita temukan dalam keempat Injil (bahkan dua kali dalam Injil Markus). Kata-kata yang dipilih oleh para penulis Injil saat Yesus membuat mukjizat itu membawa kita langsung ke Ruang Atas di mana Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada para murid-Nya. Yesus mengantisipasi institusi Ekaristi dalam Perjamuan Terakhir, yang terus dilakukan-Nya setiap saat oleh murid-murid-Nya di seluruh dunia yang berkumpul untuk “memecah-mecahkan roti” dalam perayaan Ekaristi.

Penginjil Yohanes menunjukkan perbedaan dalam mukjizat versinya: Orang-orang yang memakan roti yang dilipatgandakan itu akan kembali lapar keesokan harinya, sedangkan dalam roti Ekaristi yang dilipatgandakan, Yesus memberikan diri-Nya sendiri sebagai “roti hidup” – roti yang akan menuntun pada kehidupan kekal karena Dia memberikan diri-Nya kepada kita, para murid-Nya.

Terlalu banyak orang menganggap remeh Ekaristi. Banyak yang percaya bahwa roti Ekaristi hanyalah sebuah simbol dari Kristus. Tidak heran jika kita sering kali kurang menghormati ketika kita mendekati Perjamuan Kudus.

Jika saja semua orang Katolik sadar bahwa roti Ekaristi bukan hanya sebuah simbol, tetapi sebuah perwujudan kehadiran Kristus yang sesungguhnya – bahwa Putra Allah masuk ke dalam diri kita yang tidak layak dan bahwa kita menjadi kemah-kemah yang hidup setelah menerima-Nya dalam Perjamuan Kudus – banyak yang akan berubah dalam hidup mereka menjadi lebih baik.

Oleh karena itu, Ekaristi adalah harta terbesar yang kita miliki, karunia terbesar yang dapat Allah berikan kepada kita. Dan ingatlah, “Ekaristi” berarti “ucapan syukur”. Dapatkah kita bersyukur kepada Allah dan kepada Yesus atas karunia yang luar biasa ini?

Apakah Anda cukup sadar akan kehadiran Kristus yang nyata dalam Komuni Kudus? Apakah Anda cukup berterima kasih kepada-Nya karena telah menyatukan diri-Nya dengan kita, orang-orang berdosa yang malang?

Tuhan, menerima Komuni Kudus terkadang sudah menjadi rutinitas. Ampunilah kami. Terima kasih telah mengingatkan kami tentang anugerah terbesar: pemberian diri-Mu kepada kami. Amin.

Author

Write A Comment