Sabda Hidup
Jumat, 13 Desember 2024, Peringatan Wajib St. Lusia
Bacaan: Yes. 48:17-19; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Mat. 11:16-19
Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.” (Mat 11: 16 – 19).
Setelah penantian yang panjang, Allah mengutus Anak-Nya sebagai Juruselamat, penggenapan dari semua nubuat dan janji. Yesus, sang Juruselamat, menawarkan kerajaan Allah dan keselamatan kepada semua orang, dimulai dengan bangsa Israel. Namun perikop ini menggambarkan bagaimana tawaran itu diabaikan. Secara keseluruhan, orang-orang sezaman Yesus memilih untuk tetap tinggal dalam “kenyamanan” mereka dan mengabaikan Yohanes dan Yesus.
Dengan menggunakan ilustrasi sederhana, Yesus membandingkan orang-orang pada zamannya dengan anak-anak yang merajuk yang tidak dapat disenangkan, apa pun yang dilakukan untuk mereka. Mereka tidak tahu apa yang mereka inginkan, atau mereka lupa apa yang seharusnya mereka lakukan. Mereka bertindak seperti anak-anak yang diundang untuk bergabung dalam permainan mereka tetapi tidak dihiraukan. Yohanes Pembaptis ‘meratap’ namun orang-orang tidak berkabung: ia mengajak mereka untuk berpuasa. Dan Yesus mengecam umat-Nya sendiri yang bertingkah seperti anak kecil yang manja, merengek dan mengeluh. Yesus “memainkan seruling” dan mereka menolak untuk menari: sebagai sang Mempelai, Ia mengundang mereka semua, orang-orang berdosa dan orang-orang lain ke perjamuan kawin. Mereka mengabaikan kesempatan yang diberikan dengan murah hati oleh Tuhan.
Namun, hikmat Allah ditunjukkan dalam tindakan Yohanes dan terutama dalam tindakan Yesus sang Mesias. Jika mereka terus menolak keselamatan yang ditawarkan, mereka harus tahu bahwa mereka menolak rancangan Allah, dan dengan demikian memilih untuk tetap berada di luar umat pilihan Allah. Mereka akan mengalami kesembuhan dan pengampunan jika mereka bergabung dengan-Nya, menerima undangan-Nya, seperti yang dialami oleh para pendosa dan pemungut cukai.
Masa Adven adalah masa untuk belajar bagaimana mengarahkan keinginan kita kepada kehidupan yang lebih dalam. Tuhan meminta kita agar mau mendengarkan. Jika saja kita mau mendengarkan Firman Tuhan, maka Tuhan akan membungkuk kepada kita, menuntun kita, menjadi Penebus kita. Apakah ketika Yesus memandang kita Ia juga merasa frustrasi karena kita tidak mau mendengarkan atau taat kepada-Nya?
Tuhan, bantulah kami untuk memperhatikan suara Roh Kudus-Mu, agar kami tidak membiarkan saat yang tepat berlalu ketika Dia mengilhami kami untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan keadilan dan kasih. Amin.
