Remah Harian

ALLAH YANG DEKAT

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Rabu, 26 Maret 2025, Rabu Pekan Prapaskah III
Bacaan: Ul. 4:1,5-9Mzm. 147:12-13,15-16,19-20Mat. 5:17-19.

“Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.”

(MAT 5: 19b)

Dalam tradisi awal Gereja, hari Rabu pada Minggu Prapaskah Ketiga merupakan pemeriksaan atau ujian pertama bagi para katekumen. Topiknya adalah Perintah-perintah Allah. Itulah sebabnya bacaan-bacaan misa kita berbicara tentang perintah-perintah atau hukum Allah. Bicara tentang hukum atau perintah, tak jarang hukum atau perintah dianggap sebagai beban.

Namun, bacaan hari ini menekankan Hukum Taurat sebagai anugerah dari Tuhan, bukan perintah yang jauh, tetapi sebagai ungkapan kasih dan kedekatan-Nya. Musa menyatakan, “Sesungguhnya, bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya?” (Ul. 4:7). Allah rindu untuk menemani umat-Nya, membimbing mereka dengan kasih dan perhatian.

Di sepanjang sejarah keselamatan, kedekatan Allah disambut dengan respons manusia yang kontras. Dalam kitab Kejadian, Adam dan Hawa bersembunyi dari Allah setelah mereka jatuh ke dalam dosa, dan kemudian Kain menolak bertanggung jawab atas saudaranya (bdk. Kej. 3:8-10; 4:9). Dosa menciptakan jarak, menumbuhkan rasa takut dan mementingkan diri sendiri. Namun, kasih Allah tidak pernah goyah – Dia semakin mendekat, menawarkan kehadiran-Nya meskipun ada penolakan dari manusia.

Yesus menjadi wujud nyata kedekatan Allah. Dengan menjadi salah satu dari kita, Dia merangkul kelemahan kita dan menanggung kematian di kayu salib demi keselamatan kita. Kerendahan hati-Nya menunjukkan bahwa kedekatan Allah tidak ditentukan oleh kekuatan, tetapi oleh kerentanan dan kasih.

Injil menantang kita untuk merefleksikan kedekatan ilahi ini dalam hidup kita. Masa Prapaskah memanggil kita untuk meruntuhkan tembok-tembok isolasi dan menemani satu sama lain dengan kelembutan dan kasih sayang. Bahkan ketika jarak fisik memisahkan kita, kita dapat mengekspresikan kedekatan melalui doa, kebaikan, dan solidaritas.

Marilah kita memohon kepada Tuhan untuk menjadi orang-orang yang memiliki kedekatan – siap untuk berjalan bersama orang lain dengan kerendahan hati dan kasih, sama seperti Tuhan berjalan bersama kita.

Tuhan, Engkaulah Allah yang dekat, yang selalu hadir dalam hidup kami. Penuhi hati kami dengan kerendahan hati dan kasih, agar kami dapat saling menemani seperti Engkau menemani kami. Amin.

Author

Write A Comment