Remah Harian

KEBUN ANGGUR TUHAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 3 Juni 2024, Peringatan St. Karolus Lwanga
Bacaan: 2Ptr 1:1-7Mzm 91:1-2.14-15ab.15c-16Mrk 12:1-12

MRK 12: 9

Dalam perikope Injil hari ini, Yesus menceriterakan sebuah perumpamaan tentang kebun anggur dan penggarap-penggarapnya yang jahat.

Perumpamaan tentang kebun anggur ini berasal dari Yesaya (5:1-7).Dalam perumpamaan ini, kebun anggur melambangkan bani Israel, yang telah dipersiapkan dengan cermat oleh Tuhan (pemilik kebun anggur) untuk menghasilkan panen anggur yang melimpah. Namun, kebun anggur tersebut hanya menghasilkan anggur liar, yang mengecewakan pemiliknya. Akibatnya, pemiliknya menggunduli kebun anggur tersebut dan membiarkannya menjadi tandus, melambangkan penderitaan bani Israel.

Dalam perumpamaan Injil, pemilik kebun anggur mempercayakannya kepada petani penggarap. Unsur-unsur alegorisnya jelas: Anak Allah telah ditolak oleh umat-Nya dan mati di tangan mereka. Hasil akhirnya adalah kehancuran bait suci dan bangsa.

Pada zaman sekarang, kita melihat kekerasan sebagai sesuatu yang menjijikkan, namun tetap memiliki kekuatan dalam menceritakan sebuah kisah. Ketika seseorang menganggap pesan Yesus sebagai pesan perdamaian dan rasa hormat, perlakuannya di tangan orang-orang yang ingin ia selamatkan sangatlah tragis.

Tragedi besar dalam perumpamaan tentang kebun anggur bukan hanya penolakan terhadap Kristus, tetapi juga penolakan terhadap segala sesuatu yang dimungkinkan oleh karunia Roh Kudus. Manusia dimaksudkan untuk menjadi kemuliaan Allah, sepenuhnya hidup, mewujudkan kualitas yang ditanamkan oleh kasih Allah di dalam diri kita. Inilah esensi dari karunia Paskah. Berpaling dari Kristus berarti berpaling dari kualitas-kualitas yang membuat hidup ini menjadi sebuah anugerah yang berharga.

Seperti yang dikatakan dalam bacaan pertama dari Surat Petrus hari ini, Allah telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang diperlukan untuk hidup dalam kesalehan yang sejati. Marilah kita berusaha untuk bertekun dalam iman dengan keberanian dan kasih.

Terima kasih, Tuhan, untuk “kebun anggur” yang Kaupercayakan kepadaku, untuk semua karunia dan berkat-Mu. Mampukanlah aku untuk menghasilkan buah yang baik, untuk menggunakan hidup saya dengan baik untuk kemuliaan-Mu. Amin.

Author

Write A Comment