Remah Harian

KUK YANG KUPASANG ITU ENAK

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 17 Juli 2025, Kamis Pekan Biasa XV
Bacaan: Kel. 3:13-20; Mzm. 105:1,5,8-9,24-25,26-27; Mat. 11:28-30

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”
(Mat 11: 28 – 30)

Bacaan pertama hari ini menarik untuk diberi perhatian khusus, di mana Allah menyatakan nama-Nya kepada Musa. “AKU ADALAH AKU”, sabda-Nya. Dia yang melampaui segala nama, tetapi juga akan dikenal melalui apa yang Dia lakukan bagi umat-Nya, Allah yang berfirman kepada Musa: “Aku akan memimpin umat-Ku keluar dari kesengsaraan mereka ke suatu negeri yang berlimpah susu dan madu.” Dia adalah Allah yang memerdekakan, yang kuk-Nya adalah kasih. Allah masih tetap Allah yang sama bagi kita hari ini: Dia yang transenden, namun dekat di hati manusia lebih daripada siapa pun, karena Dia memberi kita kebebasan manusia, menghargai kebebasan manusia itu, dan mengasihi kita.

Allah itu dekat dengan kita dalam diri Yesus yang menyertai kita dan kita dapat datang kepada-Nya dengan beban dan pertanyaan kita. Ia menyapa mereka yang “letih lesu dan berbeban berat” dan menjanjikan kelegaan. Sungguh, Dia menempatkan diri-Nya di antara mereka, karena Dia memikul beban Salib. Dan dalam Matius Bab 16 kita juga akan membaca, “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus memikul salibnya dan mengikuti Aku” (16:24). Salib Yesus perlu dipahami sebagai kasih-Nya kepada umat manusia. Ia menerima Salib bukan sebagai hukuman, melainkan sebagai ungkapan kasih yang tertinggi.

Penginjil Matius membedakan antara kuk Yesus dan kuk Hukum Taurat. Kuk adalah sepotong kayu yang lebar dan berat yang diletakkan di atas bahu lembu untuk menarik beban berupa bajak atau gerobak dan menjaga lembu tetap pada jalurnya, mencegahnya menyimpang. Para rabi menggambarkan Hukum Musa sebagai kuk yang membantu Israel agar tidak menyimpang dari Yahweh. Namun, seiring berjalannya waktu, Hukum Taurat menjadi alat bagi para imam, ahli Taurat, dan orang Farisi untuk menindas rakyat jelata. Dengan demikian, Hukum Taurat menjadi beban. Melalui sabda Yesus, Matius berbicara kepada sesama orang Yahudi yang tertindas di bawah beban berat kuk Hukum Musa.

Di bawah mereka, hampir mustahil untuk tidak melakukan kesalahan. Hukum menuntut kepatuhan yang cermat terhadap kewajiban sekecil apa pun. Kepada orang-orang inilah Yesus menawarkan kuk yang lebih ringan. William Barclay yang dikenal dengan komentarnya terhadap Kitab Suci berpendapat bahwa kuk ganda cukup umum terjadi ketika dua hewan menarik sebuah kendaraan. Yesus menawarkan untuk berbagi kuk-Nya dengan kita. Dia dan saya akan bekerja sama, memikul kuk yang sama, dan dengan demikian akan berbagi beban dengan saya.

Yesus tidak mengatakan bahwa jika kita datang kepada-Nya, kita tidak akan memiliki lagi masalah, tidak ada lagi rasa sakit, tidak ada lagi kekecewaan… Akan ada “kuk” yang harus dipikul, tetapi Yesus menawarkan untuk memikulnya bersama kita. Ketika orang tua terlalu protektif terhadap anak-anaknya sehingga setiap keinginan mereka dituruti dan setiap perasaan negatif diantisipasi, apa yang akan kita dapatkan? Anak-anak manja. Yesus tidak akan memanjakan kita dengan cara seperti itu. Tantangan hidup diperlukan bagi kita untuk bertumbuh dan dewasa. Namun, beban-beban itu lebih mudah ditanggung ketika Dia memikulnya bersama kita, ketika kita tahu bahwa kita tidak pernah sendirian dalam kesulitan dan kesedihan kita.

Mengikuti Yesus bukanlah memikul beban yang berat, melainkan mengalami rasa pembebasan yang luar biasa. Jika kita belum menemukan pengalaman itu, berarti kita belum memikul kuk Yesus. Mari tetap berkanjang. Seberat apapun beban hidup, kita tidak memikulnya sendiri. Yesus ada di samping kita.

Yesus, aku datang kepada-Mu sekarang dengan bebanku yang berat. Dengan rendah hati aku memohon agar Engkau memikulnya bersamaku. Biarkan aku beristirahat dalam kasih-Mu. Amin.

Author

Write A Comment