Sabda Hidup
Sabtu, 5 Juli 2025, Sabtu Pekan Biasa XIII
Bacaan: Kej. 27:1-5,15-29; Mzm. 135:1-2,3-4,5-6; Mat. 9:14-17.
“Anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”
(Mat 9: 17)
Apakah Anda lebih suka mencoba hal-hal baru atau bertahan dengan yang sudah biasa? Matius berbicara kepada kita hari ini tentang yang lama dan yang baru. Dalam bagian lain, ia berbicara tentang betapa baiknya menyingkirkan hal-hal dari masa lalu agar masa kini tetap terjaga, dan pada saat yang sama, hal-hal baru juga diperkenalkan agar masa depan dapat direngkuh.
Di sisi lain, hari ini sang penginjil lebih fokus pada yang baru. Ia berbicara kepada kita tentang seorang “Pribadi yang Baru”: Yesus Kristus. Ia adalah manusia baru yang memperbarui segala sesuatu yang telah usang selama berabad-abad… yang terus mengancam setiap generasi dan setiap hati dengan hidup egois, merendahkan sesama, dan menutup diri dari Allah. Yesuslah yang baru, menjadi apa yang selalu diinginkan Allah: menyambut orang lain dengan hati yang terarah kepada Bapa.
Jika kita ingin mempertahankan cara lama, hidup akan hancur, seperti kantong kulit yang tua, yang hancur dan anggur terbuang, karena diisi dengan anggur yang baru. Kebaruan ajaran Yesus menghancurkan kantong kulit tua Yudaisme. Yesus terus menyingkirkan kebiasaan lama dan tradisi usang jika kita mengizinkan Dia masuk dalam hidup kita.
Hidup adalah berkat terbesar yang kita terima dari Allah. Menerima kebaruan hidup dalam Kristus lebih penting daripada ritual puasa. Jika puasa direduksi menjadi sebuah perintah dan tidak mengubah hidup Anda, itu tidak akan menjadi sumber berkat bagi Anda.
Inilah nasihat utamanya: “Anggur baru, kantong kulit yang baru!” Berkat Tuhan adalah pemberian yang diperoleh bukan melalui usaha atau jasa kita. Kita adalah pecundang ketika kita berpikir seseorang tidak layak menerima berkat Tuhan. Kita gagal untuk terbuka terhadap pemberian kasih cuma-cuma dari Tuhan dan tidak dapat menerima kebaruan kerajaan Tuhan ketika kita berpikir seseorang tidak layak menerima berkat Tuhan.
Hidup dalam Kristus adalah kebaruan yang radikal. Dia tidak meminta kita untuk berubah sedikit-sedikit saja, sekadar menambal baju lama, menyembunyikan robekannya, atau mempertahankan anggur dosa yang lama dalam kantong yang sama dengan anggur iman yang baru. Tuhan mengundang kita untuk mengubah bukan hanya pakaian luar, tetapi juga mentalitas dan sikap kita. Mengikuti Kristus memengaruhi seluruh keberadaan kita, bukan hanya berdoa “tipis-tipis” dan praktek-praktek kesalehan saja.
Kita adalah manusia-manusia baru dalam Kristus: dalam hal keselamatan, iman dan Injil, tidak ada sikap kompromistis! Anggur baru harus disimpan dalam kantong kulit baru. Zaman baru membutuhkan sikap baru!
Tuhan, tolonglah aku untuk melepaskan segala sesuatu yang menghalangiku untuk bertumbuh dalam kehidupan yang baru bersama-Mu. Amin.
