Sabda Hidup
Senin, 30 Juni 2025, Senin Pekan Biasa XIII
Bacaan: Kej. 18:16-33; Mzm. 103:1-2,3-4,8-9,10-11; Mat. 8:18-22.
“Salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”
[Mat 8: 21 – 22]
Mengikuti Yesus bukanlah langkah kecil—itu adalah keputusan radikal. Ini bukan tentang menambahkan sesuatu ke dalam hidup kita, hanya sebagai tempelan, seperti hiasan. Tidak, mengikut Yesus berarti membiarkan Yesus mengubah kita dari dalam.
Pertama-tama, Yesus mengundang kita untuk “bertolak ke seberang”. Dia selalu bergerak menuju mereka yang jauh. Dia tidak tinggal di tempat yang nyaman. Dan Dia meminta hal yang sama dari kita: untuk keluar, mencari mereka yang hilang, terlupakan, atau putus asa. Kita tidak dipanggil untuk menutup diri, tetapi untuk membuka lebar pintu hati dan pintu gereja kita.
Kemudian, Dia berkata: “Ikutlah Aku.” Bukan mengikuti ide tertentu atau aturan-aturan, tetapi mengikuti Dia — seorang pribadi yang hidup yang mengenal anda, mencintai anda, dan berjalan di samping anda. Mengikuti Yesus berarti melepaskan kebanggaan kita, ketakutan kita, dan terkadang bahkan rencana kita. Itu berarti perubahan hati, cara baru untuk melihat orang lain dan diri kita sendiri.
Dan ini adalah sebuah petualangan! Yesus tidak meminta hanya sebagian dari hidup kita. Dia meminta segalanya—seluruh hati kita. Mengapa? Karena Dia ingin memberikan kepada kita lebih dari yang pernah kita bayangkan. Sukacita yang lebih dalam dari kenyamanan. Kedamaian yang lebih kuat dari kesuksesan. Misi yang lebih besar dari ketakutan kita.
Ya, kita lemah. Kita ragu-ragu. Tetapi ingatlah: kita telah diberi anugerah iman, harapan, dan kasih. Dengan anugerah ini, kita dapat benar-benar mengikuti-Nya — bahkan ketika jalan di depan tidak pasti.
Hari ini, Yesus berkata kepada kita masing-masing: Datanglah. Ikutlah Aku. Bukan besok. Bukan ketika segalanya sempurna. Tetapi sekarang. Dan jika kita berkata ya, Dia akan berjalan bersama kita, dan menjadikan hati kita tempat tinggal-Nya.
Tuhan, kami ingin mengikuti-Mu, tetapi apakah kami benar-benar harus melepaskan orang-orang dan apapun yang kami sayangi? Beri kami keberanian. Amin.
