Remah Harian

MISSION ACCOMPLISHED

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 29 Mei 2025, Hari Raya Kenaikan Tuhan
Bacaan: Kis. 1:1-11Mzm. 47:2-3,6-7,8-9Ef. 1:17-23 atau Ibr. 9:24-28; 10:19-23Luk. 24:46-53.

“Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”
(Luk 24: 48)

Ketika kita mendengar kata “Kenaikan,” tak terhindarkan kita berpikir tentang “bergerak naik ke atas.” Dan itulah yang terlintas dalam pikiran kita ketika membicarakan Kenaikan Tuhan Yesus, yang kita rayakan pada hari ini.

Memikirkan “Kenaikan” sebagai “bergerak naik ke atas” adalah hal yang wajar. Pada tahun 1960-an, setelah berhasil melakukan penerbangan ke luar angkasa, seorang kosmonaut Rusia dengan sarkastis berkomentar: “Kami telah naik ke surga, tetapi kami tidak menemukan Tuhan di sana.”

Apa yang diungkapkan oleh kosmonaut Rusia itu menunjukkan ketidaktahuannya. Ia berbicara hanya pada tingkat fisik dan material.

Ada yang lebih dari sekadar “naik” ke surga dalam Kenaikan Yesus. Pertama, Kenaikan Tuhan adalah saat Ia dimuliakan oleh Bapa-Nya. Setelah hidup-Nya yang berbuah di bumi, Yesus dimuliakan oleh Bapa-Nya di surga. Selanjutnya, waktu kehadiran-Nya secara fisik dan terlihat di tengah-tengah kita telah berakhir, tetapi waktu kehadiran-Nya yang tak terlihat dan sakramental baru saja dimulai.

Yesus berjanji bahwa Ia akan selalu bersama mereka hingga akhir zaman. Ia meyakinkan mereka akan kuasa-Nya – kuasa yang mengalahkan dosa dan maut. Sekarang, sebagai Tuhan dan Juruselamat yang dimuliakan dan bangkit, Yesus naik ke sisi kanan Bapa di surga. Ia juga menegaskan kepada pengikut-Nya bahwa mereka tidak akan melakukannya sendirian. Kata-kata terakhir-Nya kepada pengikut-Nya dalam Injil Matius adalah, “Dan ingatlah, Aku akan selalu bersama kalian, sampai akhir zaman.” (Mat 28:20b).

Perlu diingat, bahwa Yesus memberikan sebuah misi kepada para rasul, kepada kita. Apa misi itu? Dalam Injil hari ini, Yesus berkata, “Kamu adalah saksi-saksi dari semuanya ini.” (Luk 24:48). Misi-Nya yang diberikan kepada kita adalah untuk bersaksi tentang Kristus di dunia, memberitakan Kabar Baik bahwa Allah telah menebus kita, dan menunjukkan melalui kasih kita bahwa Dia selalu bersama kita. Kenaikan-Nya adalah panggilan bagi kita untuk terus-menerus menjadikan-Nya hadir dengan membiarkan diri kita menjadi “Yesus” yang hidup bagi orang lain. Tugas kita adalah memberitakan anugerah keselamatan Allah, tidak hanya kepada “bangsa Israel” tetapi kepada “semua bangsa” – ke rumah-rumah, kantor, sekolah, dan tempat kerja kita. Yesus bermaksud agar kasih Allah dan anugerah keselamatan-Nya diberikan kepada semua orang – bukan hanya kepada segelintir orang terpilih, tetapi kepada semua yang bersedia menerima firman Allah dan diubah olehnya.

Kita semua yang percaya telah diberi bagian dalam tugas ini – untuk menjadi pemberita kabar baik dan duta bagi Yesus Kristus, Penyelamat dunia. Kita tidak ditinggalkan sendirian dalam tugas ini, karena kita adalah bagian dari misteri yang terus berlanjut tentang kehadiran Yesus di dunia: Kuasa Roh Kudus-Nya dalam diri kita, bersama kita, dan melalui kita.

Misi kita itu, seperti yang dikatakan oleh seorang teolog, bukan hanya untuk “memandang langit”, tetapi juga untuk “memandang ke bawah,” (Kis 1: 11)

Suatu kali saya naik bus menuju suatu kota. Di salah satu terminal, seorang nenek naik bus sambil membawa banyak barang pribadi. Baru saja dia duduk, kondektur memberikan tiket untuk ongkosnya. Ketika wanita itu mengeluarkan uangnya, kondektur berkata, “Nenek, itu tidak cukup; ingat ini bus AC.”

Si nenek miskin menjawab, “Tapi itu semua yang saya punya.” “Kalau begitu, saya akan menurunkan Anda di pemberhentian berikutnya,” kata kondektur dengan sinis.

Ketika bus berhenti, si nenek tua yang lemah itu berusaha turun dengan barang-barangnya, seorang penumpang bertanya apa masalahnya. Kondektur menceritakan keadaan si nenek.

Penumpang itu dengan cepat bekata: “Sudahlah, nanti saya bayar sisanya.” Dengan penuh syukur nenek itu kembali ke tempat duduknya.

Saya, yang duduk satu kursi di sebelah nenek itu, merasa bersalah. Seharusnya saya lebih cepat menolongnya daripada penumpang itu, pikir saya. “Ah, ya sudahlah,” kata saya dalam hati membela diri, “Berbuat baik bukan hanya untuk para pastor, tapi juga untuk orang awam!”

Memang, ada banyak kesempatan dalam kehidupan sehari-hari di mana kita dapat menjadi saksi Kristus bagi orang lain, seperti dalam insiden itu. Misalnya, seperti yang dikatakan seorang penulis rohani, “Kita menjadi saksi Yesus dan mengajar orang lain melalui kesabaran kita saat orang lain menyinggung hati kita, melalui pengampunan kita saat orang lain menyakiti kita, dan melalui ketekunan kita saat kita ingin menyerah.

“Hidup kita berbicara jauh lebih gamblang daripada kata-kata kita saat bersaksi dan mengajar. Orang lebih suka “melihat” khotbah daripada mendengarnya.”

Tanyakan pada diri Anda: Apakah Anda telah berbuat sesuatu yang bermakna dan bermanfaat bagi gereja dan masyarakat? Dapatkah Anda mengatakan di akhir hidup Anda di dunia ini, seperti yang dilakukan Kristus di akhir keberadaan-Nya di bumi: “Mission accoplished.”

Ketika Anda meninggalkan dunia ini, kira-kira apa yang akan dikatakan orang lain tentang anda?

Jawaban ada pada Anda… karena hidup sebagai seorang Kristen adalah apa yang Anda lakukan setiap waktu.

Ya Allah, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah mempercayakan kepada kami untuk menjadi kehadiran Putera-Mu di dunia. Semoga kami dapat memerintah bersama-Nya dengan belajar dari-Nya untuk melayani, agar orang-orang dapat melihat bahwa Kristus hidup karena kami adalah tubuh-Nya di dunia. Amin.

Author

Write A Comment