Sabda Hidup
Rabu, 28 Mei 2025, Rabu Pekan Paskah VI
Bacaan: Kis. 17:15,22 – 18:1; Mzm. 148:1-2,11-12ab,12c-14a,14bcd; Yoh. 16:12-15.
“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”
(Yoh 16: 13)
Dalam Injil hari ini, Yesus berkata kepada kita: “Apabila Roh Kebenaran itu datang, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.” Ini penting. Yesus tidak mengatakan bahwa kita telah memiliki seluruh kebenaran – tidak, Dia mengatakan bahwa kita akan dibimbing ke arahnya. Kebenaran bukanlah sebuah kepemilikan; kebenaran adalah sebuah perjalanan. Roh Kudus menuntun kita, selangkah demi selangkah. Kita adalah peziarah pengharapan, berjalan bersama, mendengarkan, melihat.
Namun terkadang, kita bertindak seolah-olah kita sudah memiliki semua jawaban. Beberapa orang Kristen menutup diri dari dialog, yakin bahwa merekalah satu-satunya yang benar-benar mengerti, sementara yang lain berada dalam kesalahan. Ini bukanlah cara Roh Kudus. Sikap ini dapat menjadi seperti orang-orang Farisi, yang meninggikan tradisi di atas kasih, di atas belas kasihan, di atas perintah untuk mengampuni.
Gereja bukanlah sebuah benteng pertahanan bagi orang-orang benar – Gereja adalah sebuah umat yang sedang bergerak, berziarah, berjalan di bawah terang satu lentera: Roh Kudus. Seperti peziarah di malam hari, kita tidak selalu melihat segala sesuatu dengan jelas, tetapi kita tahu tujuan kita. Kita berjalan bersama orang lain – para ilmuwan yang mencari kesembuhan, para pemimpin yang mencari keadilan, para ayah dan ibu yang memelihara keluarga, orang-orang dari berbagai agama yang mencari kedamaian. Kita semua, dengan cara kita sendiri, merindukan apa yang baik dan benar, dan Roh menjiwai upaya-upaya ini.
Inilah Gereja yang Yesus inginkan: rendah hati, mendengarkan, bijaksana. Sebuah Gereja yang berkolaborasi dengan semua orang yang mencari kebenaran dan keadilan. Sebuah Gereja yang tidak mengucilkan siapa pun, tidak mengutuk siapa pun, yang membangun jembatan-jembatan, bukan tembok-tembok.
Marilah kita bangun sikap terbuka, penuh pengharapan, dan keberanian – karena kita percaya bahwa Tuhan sedang bekerja di dunia ini, meski dalam diam tetapi penuh kuasa, menuntun kita pulang ke rumah sejati.
Datanglah, Roh Kudus, perbaharuilah muka bumi! Berikanlah kami terang-Mu untuk berjalan, kekuatan-Mu untuk bertekun, dan hikmat-Mu untuk mengasihi. Amin.
