Sabda Hidup
Selasa, 27 Mei 2025, Selasa Pekan Paskah VI
Bacaan: Kis. 16:22-34; Mzm. 138:1-2a,2b-3,7c-8; Yoh. 16:5-11.
“Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”
(Yoh 16: 7).
Hidup kita tidak selalu dipenuhi kegembiraan. Ada banyak pergumulan, penderitaan, dan salib, tetapi bersama Roh Kudus, kita dapat terus maju. Oleh sebab itu kesedihan bukanlah sikap orang Kristen. Injil hari ini menempatkan Roh Kudus sebagai pusatnya. Dalam wacana perpisahan-Nya, Yesus menghibur para murid-Nya: “Adalah lebih berguna bagi kalian jika Aku pergi. Jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu.” Para murid merasa sedih, tetapi Yesus mengundang mereka – dan kita – untuk teguh dalam pengharapan. Perpisahan dan kehilangan hubungan sering kali menimbulkan kesedihan dan rasa sakit. Para rasul dipenuhi dengan kesedihan ketika Yesus berbicara tentang kepergian-Nya yang akan segera terjadi. Namun, Ia berjanji bahwa mereka tidak akan pernah ditinggalkan sendirian. Ia akan mengutus sebagai penggantinya, yaitu Roh Kudus.
Roh Kudus tidaklah jauh. Dia dekat, selalu dekat, sesuai dengan nama-Nya, “Parakletos” – Dia yang berdiri di samping kita sehingga kita tidak jatuh. Ia memperbaharui kita. Ia memberi kita sukacita. Dia membuat hati kita muda kembali. Seorang Kristen yang selalu bersedih bukanlah seorang Kristen yang seutuhnya.
Bahkan di dalam penderitaan pun, sukacita itu mungkin. Lihatlah Paulus dan Silas seperti kita dengar dalam bacaan pertama hari ini. Mereka dipenjara, dipukuli, dirantai – namun mereka tetap menyanyikan lagu-lagu pujian di dalam kegelapan (bdk. Kisah Para Rasul 16). Itulah sukacita dari Roh Kudus. Ini bukanlah kebahagiaan yang dangkal, tetapi kedamaian yang mendalam karena mengetahui bahwa kita tidak sendirian.
Terlalu sering, kita berpikir bahwa Roh Kudus itu seperti “lumpuh” – tidak aktif, jauh. Tetapi Ia hidup! Dia adalah jiwa dari Gereja. Ia menolong kita untuk bertobat, mengampuni dosa-dosa kita, memberi kita keberanian, dan membuat kita muda kembali – muda dengan harapan.
Dosa membuat jiwa menjadi tua. Di sisi lain, Roh Kudus memperbaharui. Jadi, marilah kita berbicara kepada Roh Kudus setiap hari. Marilah kita membuka hati kita kepada Roh yang menopang kita dan menolong kita untuk terus berjalan, bernyanyi, bahkan di tengah-tengah penderitaan.
Marilah kita memohon kepada Tuhan untuk tidak pernah kehilangan semangat muda ini – untuk tetap menjadi orang Kristen yang penuh sukacita, yang dibawa oleh nafas Roh Kudus. Orang Kristen sejati tidak pernah pensiun – karena orang Kristen sejati selalu hidup. Selalu muda di dalam Roh!
Ya Roh Kudus, ampuni dosa-dosaku dan perbaharui hidupku. Izinkan aku untuk menjadi ciptaan baru dalam Engkau. Kiranya aku dapat hidup sesuai dengan kehendak-Mu.
