Remah Harian

MENGENALI TUHAN YANG BANGKIT

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 22 April 2025, Selasa dalam Oktaf Paskah
Bacaan: Kis. 2:36-41Mzm. 33:4-5,18-19,20,22Yoh. 20:11-18.

“Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.”
(Yoh 20: 15 – 16)

Tidak selalu mudah untuk mengenali Tuhan yang telah bangkit. Ini adalah pengalaman Maria Magdalena. Betapa mudahnya kita melewatkan Tuhan Yesus ketika fokus kita tertuju pada diri kita sendiri! Maria pada awalnya tidak mengenali Tuhan karena fokusnya tertuju pada kubur yang kosong dan kesedihannya sendiri. Hanya perlu satu kata dari Sang Guru, ketika Ia memanggil namanya, Maria baru mengenal-Nya.

Pesan Maria kepada para murid, Aku telah melihat Tuhan, adalah inti dari kekristenan. Tidaklah cukup bagi seorang Kristen untuk mengetahui tentang Tuhan, tetapi kita harus mengenal-Nya secara pribadi. Tidaklah cukup untuk berdebat tentang Dia, tetapi kita harus bertemu dengan Dia. Dalam kebangkitan, kita berjumpa dengan Tuhan Yesus yang hidup yang mengasihi kita secara pribadi dan membagikan kemuliaan-Nya kepada kita. Tuhan Yesus memberi kita “mata iman” untuk melihat kebenaran kebangkitan-Nya dan kemenangan-Nya atas dosa dan maut (Efesus 1:18). Dan Dia membuka telinga kita untuk mengenali suara-Nya ketika kita mendengarkan “kabar baik” yang diberitakan dalam pesan Injil hari ini.

Kebangkitan Yesus Kristus dari kematian adalah dasar dari pengharapan kita – pengharapan bahwa kita, yang percaya kepada-Nya, akan melihat Allah yang hidup secara langsung dan turut serta dalam kemuliaan dan sukacita-Nya yang kekal. “Tanpa melihat Dia, kamu mengasihi Dia; meskipun sekarang kamu tidak melihat Dia, kamu percaya kepada-Nya dan bersukacita dengan sukacita yang tak terkatakan dan mulia. Dan karena imanmu itu kamu beroleh keselamatan jiwamu” (1 Petrus 1:8-9).

Pertanyaan, “Siapakah yang engkau cari?” juga ditujukan kepada kita saat ini. Apakah kita benar-benar mencari Tuhan Yesus? Apakah kita mengenali Dia tidak hanya dalam doa-doa kita dan saat menerima Ekaristi Kudus, tetapi juga ketika Dia berjalan di sisi kita dalam penderitaan dan sukacita kita, di antara orang-orang di sekitar kita, dan dalam peristiwa-peristiwa serta keadaan-keadaan hidup yang biasa? Yesus memang Tuhan dan Juruselamat kita. Maria Magdalena mengenali-Nya ketika ia mendengar suara-Nya. Apakah kita benar-benar “jatuh cinta” kepada-Nya dan selaras dengan Kabar Baik-Nya sehingga kita dapat mengatakan ketika mendengar-Nya: “Bersabdalah Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.”?

Tuhan, bukalah telinga hatiku agar dapat mengenali suara-Mu. Bukalah mata hatiku agar dapat mengenalimu dalam setiap peristiwa hidupku. Amin.

Author

Write A Comment