Remah Harian

IMAN: PERCAYA TANPA MELIHAT

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 31 Maret 2025, Senin Pekan Prapaskah IV
Bacaan: Yes. 65:17-21Mzm. 30:2,4,5-6,11-12a,13bYoh. 4:43-54.

“Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.”

[YOH 4: 50]

Dalam Injil hari ini, kita jumpai seorang pegawai istana, seorang ayah yang sangat mengharapkan kesembuhan bagi anaknya yang sedang sekarat. Permohonannya menggerakkan Yesus untuk menanggapi, tetapi bukan tanpa teguran yang lembut: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya,” (ayat 48). Meskipun demikian, orang itu tetap teguh dengan permohonannya, menunjukkan kepercayaan yang tak tergoyahkan: “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.” Sebagai jawabannya, Yesus berkata kepadanya, “Pergilah, anakmu hidup.” Dan luar biasanya, orang itu percaya. Dia mempercayai perkataan Yesus dan pergi dengan iman, dan menemukan dalam perjalanan pulang bahwa anaknya benar-benar telah disembuhkan. Perjumpaan ini diakhiri dengan kesimpulan yang indah: “Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.” (ayat 53).

Kisah ini mengundang kita untuk merenungkan kualitas doa dan iman kita. Seringkali, kita berpaling kepada Tuhan pada saat putus asa, seperti halnya ayah ini. Tetapi Yesus memanggil kita kepada sesuatu yang lebih dalam: iman yang percaya bahkan ketika kita tidak dapat melihat hasilnya. Pegawai istana ini menunjukkan tiga kualitas yang penting dalam doa: iman, ketekunan, dan keberanian.

Pertama, iman. Apakah kita benar-benar percaya kepada kuasa Allah ketika kita berdoa, atau apakah kita hanya mengandalkan tanda-tanda? Kedua, ketekunan. Bahkan ketika Yesus tampak jauh atau diam, apakah kita tetap percaya dan bertekun dalam doa? Dan ketiga, keberanian. Dibutuhkan keberanian untuk datang kepada Tuhan dengan kebutuhan kita yang paling dalam dan berdiri teguh dalam pengharapan.

Pada masa Prapaskah ini, marilah kita memperbaharui komitmen kita untuk berdoa dengan iman, bertekun dalam pengharapan, dan menghampiri Tuhan dengan hati yang berani. Seperti pegawai istana yang imannya membawa kepada kehidupan dan kesembuhan, semoga kita membawa orang lain kepada iman melalui kesaksian kita.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, (Ibr 11: 1). St. Agustinus juga berkata, “Iman adalah mempercayai apa yang tidak engkau lihat; pahala dari iman ini adalah melihat apa yang engkau percayai.”

Tuhan, tambahkanlah iman kami.

Author

Write A Comment