Remah Harian

BERSAMA YESUS MELAWAN KEJAHATAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 27 Maret 2025, Kamis Pekan Prapaskah III
Bacaan: Yer. 7:23-28Mzm. 95:1-2,6-7.8-9Luk. 11:14-23.

“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”

(LUK 14: 23).

Perikope Injil hari ini mengingatkan kita bahwa hidup dan misi Yesus di bumi adalah suatu peperangan melawan si jahat. Masa Prapaskah dan Pekan Suci menunjukkan pertarungan yang semakin meningkat. Lukas menulis bahwa sesudah Pembaptisan Yesus, Setan pergi meninggalkan Yesus dan menunggu waktu yang baik (Luk 4: 13).

Masa Prapaskah ini bagi kita juga merupakan suatu peperangan rohani. Tak cukuplah bagi kita menyadari kesalahan dan kekurangan kita.

Apa yang dikatakan Yesus dalam Injil hari ini adalah: “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan,” (Luk 14: 23). Bersama Yesus dalam peperangan itu, kita tidak dapat bersikap netral, acuh-tak acuh, kita tidak dapat setengah-setengah. Ikut Tuhan, atau melawan Tuhan! Jika kita menolak untuk berpihak dengan Tuhan, itu berarti kita berada di pihak Setan. Kita tahu bahwa Tuhan pasti akan memenangkan peperangan ini. Jadi, mengapa kita membiarkan diri berada di pihak yang kalah?

Bagaimana cara berpihak kita kepada Allah? Pertama, melalui ketaatan kita kepada-Nya. Yesus sendiri menghadapi perlawanan pribadi dan pertempuran dengan Iblis ketika Dia diuji di padang gurun sebelum pelayanan publik-Nya. Tetapi Dia mengalahkan si jahat melalui ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa-Nya. Kita dapat melakukan hal yang sama. Panggilan untuk taat memang sulit karena kita sebagai manusia menginginkan kebebasan dan dapat membuat pilihan-pilihan berdasarkan kebebasan itu. Dan dalam prosesnya, tak jarang kita menyalahgunakan kebebasan dan pilihan kita. Dosa masuk dan merusak kita secara rohani. Oleh karena itu, kita membutuhkan ketaatan atau bersandar pada otoritas di luar diri kita yang menuntun kita. Kita harus mengandalkan Tuhan, Sabda dan Sakramen-Nya serta para pemimpin yang Dia tempatkan untuk memimpin hidup kita.

Yang kedua adalah dengan setia kepada-Nya. Kesetiaan yang dibangun atas dasar kepercayaan dan kasih kepada-Nya. Kesetiaan yang kita peroleh dengan mendengarkan Dia. “Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!” (Yer 7: 23). Seberapa jauh kesetiaan kita kepada Yesus Kristus?

Maka memilih dengan bijak menjadi hal yang penting dalam masa Prapaskah ini. Mari kita perbarui komitmen kita untuk selalu berada di pihak Yesus melalui pembaharuan komitmen dalam hidup perkawinan; sebagai orang tua; dalam hidup religius sebagai rohaniwan, biarawan, biarawati; dalam usaha kita untuk membuat suatu perbedaan yang baik dalam hidup kita.

Tuhan terkasih, aku berdoa agar aku selalu diberi anugerah untuk selalu taat dan setia kepada-Mu, apa pun yang dikatakan dunia. Amin.

Author

Write A Comment