Remah Harian

SABAR DAN SETIA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 31 Januari 2025, Peringatan Wajib St. Yohanes Bosco
Bacaan: Ibr. 10:32-39Mzm.37:3-4,5-6,23-24,39-40Mrk. 4:26-34

Pada tahun Yubileum ini, Injil mengingatkan kita akan Kerajaan Allah melalui gambaran tentang benih. Yesus sering berbicara tentang benih, dan hari ini, Dia menyoroti sebuah kebajikan yang sangat penting: pengharapan yang penuh keyakinan. 

Seorang petani menabur benih dengan hati-hati, tetapi pertumbuhan membutuhkan waktu dan kesabaran. Di bawah permukaan tanah, sebuah transformasi ajaib terjadi tanpa terlihat saat benih bertunas, bertumbuh dan akhirnya menghasilkan panen yang subur. Proses ini membutuhkan kepercayaan pada waktu Tuhan dan perawatan yang tekun, bahkan ketika hasilnya tidak langsung terlihat. 

Kerajaan Allah berkembang dengan cara yang sama. Tuhan menaburkan benih-benih Firman dan kasih karunia-Nya yang berlimpah di dalam diri kita, dan dengan sabar memelihara pertumbuhannya. Kesabaran ilahi-Nya memberi kita waktu dan ruang untuk menjadi dewasa, menghasilkan buah-buah perbuatan baik. Pada tahun Yubileum ini, kita diingatkan bahwa Allah menghendaki kita semua untuk bertumbuh ke dalam kepenuhan kasih-Nya, memastikan bahwa tidak ada benih yang hilang. 

Teladan perawatan yang sabar ini adalah panggilan bagi kita untuk menabur Injil di mana pun kita berada, dengan keyakinan dan ketekunan. Bahkan ketika kemajuan tidak terlihat, Tuhan mengundang kita untuk percaya bahwa mukjizat transformasi sedang berlangsung. Kita harus melawan keputusasaan dan tetap teguh untuk mendukung satu sama lain dalam iman, percaya bahwa kasih karunia Allah selalu bekerja.

Dalam Yubileum ini, kita bertanya: Apakah kita memberi tempat bagi Sang Sabda di dalam hati kita? Apakah kita menabur Injil dengan penuh keyakinan dalam hidup kita? Dapatkah kita menanti dengan penuh pengharapan, mempercayakan hasilnya kepada Tuhan? Apakah saya bersemangat hanya ketika apa yang saya tabur itu memberikan hasil yang besar?

Semoga Santa Perawan Maria, yang menerima dan memelihara Firman di dalam dirinya, menginspirasi kita untuk menjadi penabur Injil yang sabar dan setia, percaya pada janji Tuhan akan panen yang berlimpah pada waktu-Nya.

Tuhan, semoga kami tetap dengan tekun menabur benih Kabar Baik yang penuh sukacita kendati dunia sering kali acuh tak acuh dan tidak bersahabat. Beri kami kesabaran dan kesetiaan dalam ziarah kami yang penuh pengharapan ini. Amin.

Author

Write A Comment