Remah Harian

KISAH MULIA DAN CELA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 17 Desember 2024, Selasa Hari Biasa Khusus Adven
Bacaan: Kej. 49:2,8-10Mzm. 72:1,3-4ab,7-8,17Mat. 1:1-17.

Silsilah Yesus yang kita baca hari ini diambil dari Injil Matius. Ada silsilah lain, dengan beberapa perbedaan yang sangat mencolok dari silsilah yang kita baca hari ini, yang ditemukan dalam Lukas 3:23-38. Tetapi liturgi Gereja menetapkan silsilah Matius untuk hari kedua novena Natal ini. Hal ini dikarenakan harapan dan nubuat tentang kedatangan Yesus sebagai Mesias telah dipupuk terlebih dahulu dalam tradisi iman bangsa Israel, dan silsilah Matius menghubungkan Yesus dengan garis keturunan Israel. Silsilah ini dibuka dengan menyebut Yesus sebagai anak Abraham, bapa leluhur Israel, kakek Yakub yang menjadi asal-usul 12 suku. Silsilah ini secara khusus menyebutkan Yesus sebagai anak Daud, dan dengan ini – seperti yang dinubuatkan oleh para nabi – Yesus berasal dari suku Singa-Yehuda, dari marga Isai, dan dari keluarga Daud.

Silsilah ini juga menunjukkan bahwa garis keturunan, klan dan keluarga dari mana Yesus secara manusiawi berasal jauh dari sempurna. Silsilah itu adalah campuran dari orang-orang yang kudus dan orang-orang berdosa. Abraham adalah seorang yang beriman tetapi ia memiliki kecenderungan untuk berbohong jika berurusan dengan keselamatan nyawanya. Ishak adalah seorang suami yang setia dengan hanya satu istri, Ribka, tetapi dia pilih kasih antara Esau dan Yakub. Yakub adalah seorang saudara yang cerdik yang mencuri hak kesulungan dari Esau. Daud dan Salomo adalah raja-raja yang hebat tapi mereka melakukan poligami. Manasye adalah cucu dari Raja Ahas yang telah membunuh Nabi Yesaya. Tiga perempuan yang disebutkan dalam silsilah tersebut memiliki reputasi yang dipertanyakan: Rahab adalah seorang pelacur dari Yerikho; Rut, yang menjadi nenek Raja Daud, adalah seorang janda Moab yang merayu Boas untuk menjadi suaminya; Batsyeba, istri Uria, orang Het, menjadi ibu Salomo karena perzinahannya dengan Daud.

Ketika Dia merangkul kemanusiaan, Yesus menunjukkan bahwa kehidupan manusia berakar pada keluarga dan sejarahnya. Berakar dalam sebuah keluarga membuat kita mempunyai budaya, adat istiadat, bahasa, serta identitas sosial dan ekonomi. Tetapi tidak ada keluarga yang sempurna; tidak ada garis keturunan yang murni.

Cobalah duduk bersama sebagai satu keluarga. Hidupkan kembali kegembiraan, momen indah, dan peristiwa memalukan dalam garis keturunan Anda. Akhiri dengan doa keluarga. Bersyukurlah. Mengampuni. Saling mendoakan satu sama lain.

Tuhan, terima kasih untuk keluargaku, betapapun tidak sempurnanya. Amin.

Author

Write A Comment