Sabda Hidup
Kamis 8 Agustus 2024, Peringatan Wajib St. Dominikus
Bacaan: Yer 31:31-34; Mzm 51:12-13.14-15.18-19; Mt 16:13-23;
Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat 16: 15-16).
Perayaan hari ini menyajikan tiga jenis komitmen. Komitmen yang pertama adalah bagaimana Petrus berkomitmen kepada Tuhan. Itu adalah sebuah komitmen di bibir. Itu adalah sebuah komitmen yang berasal dari pita suaranya dan tidak lebih dalam dari itu. Petrus berkata: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang Hidup.” Sayangnya, komitmennya tidak lebih dalam dari tenggorokan dan bibirnya. Itulah sebabnya ia tidak dapat memahami bahwa Mesias harus menderita. Sesudah mengatakan siapa Yesus, ia justru menegor Yesus karena ia menginginkan Mesias seperti yang dipikirkannya. Itulah sebabnya Yesus berkataa: “Enyahlah Iblis”. Yesus melihatnya sebagai batu sandungan.
Jenis komitmen yang kedua ditemukan dalam bacaan pertama, yaitu komitmen dalam nubuat Nabi Yeremia. Ia berkata: “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku,” (Yer 31: 33). Ini adalah sebuah komitmen yang lebih dalam dari sekedar suara dan bibir. Ini adalah komitmen dari hati. Hati bukan hanya pusat emosi. Hati bukan hanya yang berfungsi saat kita menonton sinetron dan menyeka air mata saat menontonnya. Hati lebih merupakan inti dari pribadi manusia; oleh karena itu, ini adalah komitmen dari inti, dari pusat pribadi.
Komitmen ketiga tidak ditemukan dalam Kitab Suci. Komitmen ketiga ditemukan pada peringatan Santo Dominikus. Sebelum Santo Dominikus tampil, para imam terbatas pada biara-biara. Pada masanya, Santo Dominikus pergi ke pasar dan mulai berdebat dan berargumen di depan umum dengan para bidah. Dia berdebat di depan umum dengan kaum Albigentes di Perancis. Dengan kata lain, ia membawa Kristus ke pasar. Ia tidak lagi terkungkung dalam biara dan sakristi. Ia membawa Kristus dan firman-Nya ke seluruh dunia.
Dan begitulah yang proses yang harus terjadi: komitmen dari bibir, komitmen dari hati, komitmen di dunia. Kita mulai dari bibir, tetapi kita harus bergerak jauh ke dalam hati kita dan komitmen kita itu harus dinyatakan di pasar, di tengah-tengah kehidupan kita di dunia.
Tuhan, St. Dominikus telah menyelamatakan Gereja dengan mewartakan kebenaran-Mu. Semoga kami, karena doa dan teladannya, mampu menyatakan iman kami di tengah kehidupan di dunia. Amin.
