Remah Harian

PINTU YANG SESAK

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 25 Juni 2024, Selasa Pekan Biasa XII
Bacaan: 2Raj 19:9b-11.14-21.31-35a.36Mzm 48:2-3a.3b-4.10-11Mat 7:6.12-14.

MAT 7: 13 – 14

Khotbah Yesus di bukit mencapai puncaknya dengan serangkaian peringatan. Matius secara konsisten menyoroti fokus Yesus pada martabat setiap orang – baik laki-laki maupun perempuan, orang Farisi maupun pemungut cukai, orang sehat maupun orang kusta, orang buta, orang lumpuh. Semua kehidupan itu penting – karena kehidupan berasal dari Tuhan. Setiap individu diciptakan oleh Allah menurut gambar dan rupa-Nya, dan oleh karena itu, kita percaya bahwa semua kehidupan manusia itu suci dan kudus. Dengan demikian, setiap orang adalah cerminan dari Yang Ilahi.

Jelas terlihat bagi kita bagaimana Yesus bergerak dari instruksi sederhana mengenai kekudusan, untuk memberikan kita ‘aturan emas’ yang terkenal: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Jika kita percaya bahwa setiap manusia itu kudus, maka setiap orang berhak untuk dihormati dan diakui martabatnya.

Kenyataannya, masyarakat saat ini gagal dalam banyak hal dalam memperlakukan setiap individu secara bermartabat dan hormat sejak pembuahan hingga kematian. Sayangnya, budaya “membuang yang suci kepada babi” sedang meningkat. Aborsi merenggut nyawa jutaan anak yang belum lahir setiap tahunnya. Perang dan kekerasan mengakibatkan hilangnya banyak nyawa. Kita sering mendengar bagaimana orang dapat menghilangkan nyawa sesama hanya karena alasan-alasan sepele.

Saat ini, ada banyak pilihan “hiburan”, termasuk penyalahgunaan narkoba dan alkohol serta berbagai bentuk adiksi, yang semuanya mengurangi martabat manusia – dan kita dengan sembrono melemparkan apa yang suci kepada babi.

Martabat dan kesucian pribadi manusia berakar pada Sang Pencipta. Ia mengundang kita hari ini untuk “Masuk melalui pintu yang sesak itu.” Dan pintu itu adalah Yesus sendiri, karena Ia telah mengatakan kepada kita: “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.”

Tuhan, bimbinglah aku dengan Roh Kudus-Mu, agar mampu untuk selalu memilih jalan kehidupan. Amin.

Author

Write A Comment