Remah Harian

DAMAI SEJAHTERAKU KUBERIKAN KEPADAMU

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 30 April 2024, Selasa Pekan Paskah V
Bacaan: Kis. 14:19-28Mzm 145:10-11,12-13ab,21Yoh 14:27-31a.

YOH 14: 27

Suatu saat saya tinggal bersama dengan seorang imam yang sudah sepuh. Usianya lebih dari 80 tahun. Setiap kali berjumpa senyum selalu mengembang. Wajahnya memancarkan kedamaian. Ketika ditanya, apa rahasianya, ia berkata: “Jangan biarkan apa pun atau siapa pun menghancurkan kedamaianmu. Jaga dirimu agar tetap damai. Jika kamu marah, kamu kehilangan damai. Jika kamu khawatir, kamu kehilangan damai. Jika kamu marah, maka kamu sudah mulai terjebak!”

Dalam Injil hari ini Yesus berkata: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.” Perhatikan penekanan pada “damai sejahtera-Ku.” Berarti, damai-Nya berbeda dengan damai lainnya. Ada perbedaan antara apa yang kita pikirkan tentang damai dan kedamaian sejati yang datang dari-Nya. Sering kali kita berpikir, bahwa damai berarti tidak ada perang, tidak ada konflik. Padahal mungkin tenang-tenang tetapi sedang mempersiapkan perang. “Apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu,” (Yoh 14: 27). Yesus tidak memberikan definisi positif tentang kedamaian-Nya, tetapi setidaknya kita tahu apa yang bukan. Damai Kristus lebih dari sekadar tidak adanya masalah atau hal-hal yang tidak menyenangkan. Damai-Nya mencakup segala sesuatu yang menghasilkan kebaikan tertinggi bagi kita.

St Agustinus memiliki gambaran yang bagus tentang damai. Menurutnya, damai berarti, pertama, ketenangan pikiran, yaitu membiarkan Yesus menguasai pikiran, ketakutan dan kekhawatiran kita. Yang kedua, kesederhanaan hati. yaitu, bersyukur dengan apa yang kita miliki dan apa yang telah kita terima sebagai anugerah Tuhan. Dan yang ketiga adalah ketenangan jiwa, yakni secara penuh berdamai dengan Tuhan dan sesama. Dengan demikian, damai bukanlah hal di luar diri kita melainkan dalam diri kita.

Tidak ada konflik belum tentu damai. Tetapi ketiadaan Kristus dalam hidup kita selalu berarti tidak adanya damai. Yesus adalah Damai kita. “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.” Itulah jaminan yang Yesus berikan kepada kita.

Engkau tahu apa yang ada di dalam hati dan pikiranku, ya Yesus. Aku mempercayakan semua kekhawatiranku kepada-Mu karena aku tahu Engkau memberikan yang terbaik. Amin.

Author

Write A Comment