Sabda Hidup
Minggu, 21 April 2024, Hari Minggu Paskah IV Tahun B, Hari Doa Panggilan Sedunia ke-61
Bacaan: Kis. 4:8-12; Mzm. 118:1,8-9,21-23,26,28cd,29; 1Yoh. 3:1-2; Yoh. 10:11-18.
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.”
YOH 10: 14 – 15
Hari ini, Gereja merayakan Hari Minggu Paskah IV yang juga sering disebut Minggu Gembala yang Baik, hari untuk merenungkan Kristus sebagai Gembala yang Baik dan tanggung jawab Gereja untuk menggembalakan kawanan domba. Hari ini juga dirayakan sebagai Hari Doa Panggilan Sedunia. Dalam pesannya pada kesempatan itu, Paus Fransiskus mengajak kita untuk bangkit dan bangun dari tidur, meninggalkan ketidakpedulian, dan membuka pintu-pintu penjara yang sering mengurung diri kita. Ia mengajak kita semua untuk menemukan panggilan kita yang tepat di dalam Gereja dan di dunia, serta menjadi peziarah harapan dan pembangun perdamaian.
“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” Demikian Sabda Tuhan dalam Injil hari ini. Gambaran gembala sering digunakan dalam Kitab Suci untuk mewakili para pemimpin yang bertanggung jawab untuk menjaga dan membimbing umat. Tuhan memanggil Daud “dari kandang domba” untuk merawat bangsa Israel. Namun, raja-raja Israel selanjutnya yang tidak mengikuti prinsip-prinsip Tuhan sering disamakan dengan gembala-gembala yang jahat karena alih-alih memelihara kawanan domba, mereka justru mengeksploitasi, mencerai-beraikan, dan membunuh mereka demi keuntungan mereka sendiri.
Namun, Perjanjian Lama juga menggunakan gambaran gembala untuk Allah yang membimbing, melindungi dan memelihara umat-Nya; “Ia mengumpulkan domba-domba dalam gendongannya, dan dengan lemah lembut menuntun domba-domba yang masih kecil”.
Kontras dengan gambaran gembala yang baik itu adalah orang-orang upahan yang bekerja hanya untuk mendapatkan upah. Mereka tidak memiliki keterikatan emosional dengan kawanan domba, dan ketika menghadapi bahaya, mereka melarikan diri. Mereka tidak tertarik dengan nasib domba-domba itu, tetapi hanya tertarik dengan gajinya.
Pandangan kita diarahkan kepada gambaran Kristus, Gembala baik yang menggembalakan kawanan domba-Nya. Kasih-Nya tidaklah abstrak; kasih-Nya bersifat pribadi dan intim. Dia mengenal kita masing-masing dengan nama kita, dan suara-Nya bergema di dalam jiwa kita. Yesus memanggil kita untuk mendengarkan suara-Nya dengan penuh perhatian dan mengikuti-Nya. Seperti domba, kita dapat dengan mudah tersesat, tetapi bimbingan dan perlindungan-Nya yang lembut memberi kita penghiburan dan jaminan.
Pernyataan Yesus, “Akulah gembala yang baik,” yang mengawali Injil hari ini, secara eksplisit merujuk pada penggenapan nubuat Perjanjian Lama. Dia adalah pejuang yang, dengan mengorbankan nyawanya sendiri, menghadapi siapa pun yang membahayakan domba-domba-Nya. Dia adalah sosok Daud yang menghadapi singa dan beruang yang membawa lari seekor domba. Dia mengejar dan menjatuhkan mereka dan menyelamatkan korban dari mulut mereka. Yesus melakukan misi yang lebih berbahaya untuk menyelamatkan domba-domba-Nya, umat-Nya, sehingga Ia rela mengorbankan nyawa-Nya untuk mereka.
Minggu Gembala yang Baik adalah pengingat dan undangan bagi setiap murid Yesus untuk menumbuhkan hati seorang gembala sejati yang tidak puas hanya dengan memenuhi persyaratan minimum. Kita semua adalah gembala. Injil memperingatkan kita untuk tidak bersikap seperti para pekerja upahan yang selalu banyak mengeluh dan merasa puas hanya dengan memenuhi tugas yang diberikan.
Kasih tidak mengenal batas. Siapa pun yang memiliki hati seperti Yesus, tidak akan menghitung biaya; mereka tidak akan berhenti dalam menghadapi rintangan, risiko, dan pengorbanan apa pun. Nasib orang yang memberikan hidupnya bukanlah kematian, tetapi kepenuhan hidup. Menjadikannya sebagai hadiah adalah satu-satunya cara untuk “memulihkannya”. “Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap tinggal satu biji saja, tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mengasihi nyawanya, ia membinasakannya, dan barangsiapa tidak mengasihi nyawanya, ia memeliharanya untuk hidup yang kekal.” Yesus Sang Gembala yang Baik memanggil kita untuk menjadi gembala yang baik bagi domba-domba-Nya.
Pada hari Minggu Panggilan, marilah kita dengarkan panggilan suci yang Tuhan tempatkan di dalam hati kita, memanggil kita ke jalan yang unik dan terarah dalam hidup. Masing-masing dari kita diberkati dengan sebuah panggilan, entah itu untuk menjadi imam, hidup membiara, menikah, atau hidup melajang, dan melalui penegasan rohani kita menemukan tanggapan kita kepada Tuhan. Dan janganlah kita lupa bahwa kita dipanggil untuk saling menggembalakan, semua dipercayakan kepada satu sama lain. Semoga Yesus ada di antara kita untuk menginspirasi dan membimbing kita.
Allah Bapa kami, Yesus telah menyerahkan nyawa-Nya bagi kami agar kami dapat hidup dan diselamatkan. Berikanlah kami keberanian untuk mendengarkan suara-Nya dan mengikuti-Nya dalam perjalanan menuju Dikau. Semoga kami juga dapat mencerminkan kasih yang telah Ia tunjukkan kepada kami dengan saling menggebalakan dan saling memperhatikan satu sama lain dengan kebaikan tanpa pamrih seperti yang telah Ia tunjukkan kepada kami. Amin.
