Remah Harian

SAT SET

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 22 Oktober 2024, Selasa Pekan Biasa XXIX
Bacaan: Ef 2:12-22Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14Luk 12:35-38.

Bacaan hari ini dari Injil Lukas adalah salah satu dari tiga pengajaran tentang akhir jaman dalam Injil. Perikop ini adalah salah satu dari dua perumpamaan “Tuan dan Hamba” dan perumpamaan ini menekankan pentingnya Iman dan kesiapsiagaan dalam kehidupan para pengikut Kristus. Karena pesta pernikahan orang Yahudi dapat berlangsung selama seminggu, para pelayan memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat sebelum tuannya kembali. Pakaian yang diikatkan di pinggang adalah gambaran kesiapan dalam Kitab Suci karena para prajurit Yahudi mengenakan pakaian jubah panjang sementara prajurit Romawi mengenakan pakaian pendek (seperti rok), yang memungkinkan mereka untuk berlari dengan kecepatan penuh ketika mereka harus berlari. Yesus ingin agar para murid-Nya siap untuk melakukan kehendak Allah setiap saat, dengan mengasihi sesama melalui pelayanan yang rendah hati dan penuh pengorbanan.

Dalam perumpamaan ini, tokoh utamanya adalah seorang tuan (yaitu Yesus yang telah bangkit), dan hamba-hambanya (para pengikut Yesus). Menurut para Bapa Gereja, perkataan Yesus dalam perikop ini memiliki dua pengertian. Dalam arti yang lebih sempit, sabda-Nya itu merujuk pada Kedatangan Yesus yang kedua kali, tetapi dalam arti yang lebih luas, kata-kata itu merujuk pada waktu kematian kita masing-masing, ketika Tuhan akan memanggil kita untuk bertemu dengan-Nya dan memberikan pertanggungjawaban atas hidup kita di bumi. Karena waktu yang tepat dari keduanya tidak kita ketahui, maka sikap yang tepat bagi kita adalah berjaga-jaga dan siap sedia. Karena kita tidak dapat memastikan hari kematian kita, kita harus melakukan pekerjaan kita saat ini dengan sempurna setiap hari, dan tidak membiarkannya terbengkalai, setengah-setengah, atau tertunda.

James Matthew Barrie, seorang penulis Skotlandia dari awal abad ke-20, terkenal dengan dramanya Peter Pan. Dia pernah menyatakan, “Hari yang paling berbahaya dalam hidup manusia adalah ketika dia menemukan kata “besok” karena pada hari itu, dia belajar menunda-nunda!” Salah satu cara untuk tetap berjaga adalah dengan berdoa. Elemen terpenting dalam doa adalah mendengarkan Tuhan (1 Raja-raja 19:11-12) dan berbicara dengan-Nya. Ini berarti kita harus menyisihkan waktu teduh setiap hari untuk mengarahkan dan membuka telinga kita pada pesan Tuhan tentang kasih, harmoni, dan damai, dan dalam istilah sekarang “sat-set” menanggapinya.

Kita harus menantikan Tuhan. Kita menantikan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari dengan belajar untuk melihat Yesus dalam diri saudara dan saudari kita yang paling kecil. Dengan kata lain, kita harus siap untuk melayani Yesus kapan pun dan dalam bentuk apa pun Dia menampakkan diri. Tuhan datang melalu peristiwa apapun dan melalui siapapun yang kita jumpai saat kita melayani, mengasihi, dan menolong sesama. Untuk itu kita harus “sat-set” menjumpai Dia.

Tuhan, bantulah aku untuk mendengar suara-Mu dan menanggapinya dengan murah hati setiap saat. Karuniai aku kepekaan hati untuk melihat Engkau dalam sesama dan peristiwa-peristiwa hidup yang aku jumpai. Amin.

Author

Write A Comment