Sabda Hidup
Sabtu, 30 November 2024, Pesta St. Andreas Rasul
Bacaan: Rm. 10:9-18; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 4:18-22.
Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. (Mat 4: 19 – 20)
Bacaan Injil pada Pesta St. Andreas Rasul hari ini adalah kisah panggilan empat murid pertama menurut Injil Matius. “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia,” kata Yesus kepada mereka dan mereka segera meninggalkan segalanya serta mengikuti Dia. Mereka meninggalkan segala sumber keamanan dan sumber penghidupan mereka, bahkan keluarga mereka.
Mereka mengikuti Yesus dalam kepercayaan penuh, tanpa tahu kemana Ia akan pergi dan apa yang akan terjadi pada mereka. Mengikuti Yesus adalah pengalaman yang membebaskan. Mari, jangan lupakan hal itu.
Meski demikian, kisah tersebut juga bermakna simbolis, sebab kita tahu kemudian, mereka juga kembali ke perahu-perahu mereka, ke pekerjaan lama mereka menangkap ikan dan pasti mereka juga kembali ke keluarga mereka. Kita ingat misalnya Petrus membawa Yesus untuk menyembuhkan ibu mertuanya. Jadi yang paling penting bukan hanya tindakan luaran, tetapi sikap batin, untuk dapat menggunakan harta milik secara bebas dan tidak tergantung atau melekat.
Injil Yohanes mengisahkan panggilan mereka secara berbeda. Dikisahkan bahwa Andreas dipanggil langsung oleh Yesus sedangkan Petrus dibawa oleh Andreas kepada Yesus. Sering terjadi bahwa seseorang menjadi alat untuk memanggil seseorang yang lain untuk melakukan karya besar Tuhan. Misalnya, orang-orang yang memainkan peran kunci dalam perubahan hidup seseorang seperti Ibu Teresa, St. Agustinus, atau tokoh-tokoh besar lainnya. Tanpa peranan kunci orang-orang tersebut, tentu kisah hidup mereka akan berbeda. Siapa yang membawa, menuntun saya, kepada hidup saya saat ini? Siapakah orang-orang penting yang mengubah hidup saya seperti saat ini? Dan siapa yang telah saya bawa kepada Kristus?
Paulus menyatakan hal yang sama dalam bacaan pertama, dalam suratnya kepada jemaat di Roma. Ditekankan di sana perlunya Injil diwartakan. Orang-orang tidak menjadi percaya kalau tidak pernah mendengar, mereka tidak pernah mendengar kalau tidak ada yang mewartakan; tidak akan ada pewartaan jika tidak ada orang yang diutus.
Kita masing-masing, melalui baptisan kita, telah menerima panggilan dan pengutusan untuk pergi dan membawa Kristus dalam hidup orang-orang lain. Mari belajar dari St. Andreas untuk mengikuti Kristus tanpa syarat seperti dia dan untuk belajar bagaimana berbagi iman kita secara efektif dengan mereka yang ada di sekitar kita. Marilah kita menarik orang-orang kepada Yesus dengan cara hidup kita. Karena kita juga adalah bagian dari Gereja yang misioner.
Tuhan Allah kami, hari ini kami menghormati rasul-Mu yang agung, Andreas. Bersama dia jadikanlah kami pencari yang gelisah bagi-Mu dan membawa banyak orang kepada Yesus dan kepada-Mu. Amin.
