Sabda Hidup
Kamis, 1 Mei 2025, Kamis Pekan Paskah II
Bacaan: Kis. 5:27-33; Mzm. 34:2,9,17-18,19-20; Yoh. 3:31-36.
“Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.”
(Yoh 3: 34)
Ketika saya berkunjung ke pedalaman dan bertemu secara pribadi dengan para konfrater saya yang menjalankan tugas perutusan di sana, banyak yang bekerja keras, melayani dalam segala keterbatasan. Banyak hal harus dihemat, supaya mencukupi untuk waktu yang cukup lama. Bahkan makananpun harus dihemat. Namun puji Tuhan, IA tidak pernah menghemat rahmat-Nya. Dalam produksi barang-barang tertentu, sering ada limited version. Misalnya software komputer, ada limited version, yang dapat kita pakai hanya dalam jangka waktu tertentu. Tetapi Allah tidak pernah memberikan rahmat-Nya limited version. Rahmat-Nya selalu unlimited.
Apa yang akan terjadi jika Allah menghemat rahmat-Nya? Apa yang akan terjadi jika Ia membatasi karunia-Nya? Apa yang akan terjadi jika Roh Kudus berkata: “Baiklah, sekarang Aku akan membantu kamu secara terbatas saja. Nanti kalau rahmat yang Aku berikan sudah habis, kamu jalan sendiri!” Celakalah kita!
Syukurlah bahwa Allah tidak bertindak seperti itu. Ia mengaruniakan roh-Nya dengan tidak terbatas. Ia mencurahkan rahmat-Nya tidak terbatas. Masalahnya, justru kita yang “membatasi” rahmat-Nya. Kita lakukan itu bukan karena kita percaya bahwa Ia membatasi rahmat-Nya, tetapi kita yang sering kali ingin jalan sendiri. Kita merasa seakan-akan kita mampu mengendalikan hidup kita sendiri.
Mari renungkan hari ini, seperti apakah hidup saya jika saya berpasrah kepada Allah agar Ia melakukan apa saja yang Ia kehendaki atas hidup saya? Perubahan apa yang akan terjadi? Perbedaan apa yang akan terjadi dalam hidup keseharian saya, hubungan saya dengan sesama, kata-kata yang saya katakan, tindakan saya, dan masa depan saya, jika saya membiarkan Tuhan yang pegang kendali? Tuhan mencurahkan rahmat-Nya, Roh-Nya, tak terbatas. Tergantung pada diri kita, apakah ingin membuka hati atau tidak, mengikuti tuntunan-Nya, atau tidak.
“Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” (Yoh 3: 36).
Tuhan, di hari istimewa ini, aku ingin agar Engkau melakukan apa pun yang Engkau kehendaki atas hidupku. Aku ingin sepenuhnya terbenam dalam kasih karunia-Mu. Tolonglah aku untuk selalu mengatakan “Ya” terhadap tuntunan-Mu. Yesus, kupercayakan diriku kepada-Mu.
